Wujudkan Impian

Pembangunan RS Dimulai Tahun 2022

 Wujudkan Impian Pembangunan RS Dimulai Tahun 2022

Pemkab dan DPRD Berau telah menyepakati pembangunan rumah sakit tipe B dimulai tahun depan. (DARUL/DISWAY)

TANJUNG REDEB, NOMORSATU UTARAPemerintah dan DPRD Kabupaten Berau, menyepakati anggaran kegiatan tahun jamak, untuk pembangunan rumah sakit tipe B dengan nilai total Rp 300 miliar.

Realisasi pembangunan fasilitas kesehatan yang sudah direncanakan sejak 2015, akan dimulai tahun 2022.

Kepastian pembangunan rumah sakit itu tertuang dalam nota kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau. Yang ditandatangani Senin (22/11) di ruang rapat paripurna DPRD.

Dalam rancangannya, skema penganggaran akan dilakukan secara bertahap atau sistem tahun jamak, selama tiga tahun. Yakni 2022 hingga 2024. Pemerintah akan menganggarkan Rp 100 miliar setiap tahun, untuk pembangunan rumah sakit.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, pembangunan rumah sakit tipe B ini, merupakan cita-cita bersama untuk memenuhi tuntutan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat yang terus meningkat setiap tahun.

Selain itu, rencana tersebut juga tertuang sebagai program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Berau 2021-2026.

“Jadi memang rumah sakit sangat penting. Terutama untuk pelayanan kepada masyarakat. Dengan melihat rumah sakit yang ada sekarang, kita merasa sudah waktunya ada rumah sakit tambahan. Supaya kenyamanan pasien lebih terjamin. Apalagi kan sudah ada rumah sakit tipe C, ya kita bangun tipe B lagi,” tutur Sri Juniarsih dalam sesi wawancara kemarin.

Selain untuk pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Pemkab juga menimbang aspek kelayakan Berau sebagai daerah tujuan wisata dengan dukungan fasilitas kesehatan yang memadai.

Kabupaten Berau, kata Bupati, merupakan daerah yang sangat potensial, terutama di sektor pariwisata. Bahkan pemerintah pusat menetapkan beberapa wilayah di daerah ini sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Maka dengan besarnya potensi orang yang akan datang, dibutuhkan fasilitas pelayanan kesehatan yang terstandar. Sebab, dikatakan, tidak menutup kemungkinan dari sekian banyak orang yang berkunjung, ada yang membutuhkan pelayanan kesehatan ketika mereka memiliki masalah kesehatan

“Jadi daerah yang memiliki potensi wisata seperti Berau, memang wajib memiliki sistem pelayanan kesehatan yang bagus,” ucapnya.

BACA JUGA  Sepekan 30 Hektare Lahan Terbakar

Di samping itu, keberadaan rumah sakit tipe B ini juga dinilai sebagai jaminan kenyamanan dan daya tarik bagi pelancong untuk berkunjung ke daerah ini.

“Jadi ini kita juga menyesuaikan, Berau sebagai daerah wisata, juga sebagai bagian dari daerah yang ada di Kaltim, yang diwacanakan sebagai IKN (Ibu Kota Negara),” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Berau, Abdul Waris membenarkan, pembangunan rumah sakit ini telah ditetapkan Pemkab dan dewan sebagai agenda prioritas utama tahun depan. Yang tertuang dalam RPJMD 2022. Serta melihat tingkat urgensi akan pemenuhan kebutuhan fasilitas kesehatan yang memadai. Yang telah di cita-citakan sejak lama.

“Artinya kita benar-benar akan mewujudkan rumah sakit yang sudah lama diidam-idamkan masyarakat Berau,” kata wakil rakyat dari daerah pemilihan III itu.

Dengan disepakatinya rencana anggaran pembangunan rumah sakit ini, kata Abdul Waris, dewan berharap Pemkab segera menyelesaikan persoalan pengadaan lahan lokasi pembangunan. Untuk memastikan anggaran dapat terserap maksimal tahun depan.

“Dengan disetujuinya MYC rumah sakit ini kami berharap Pemda segera mengklirkan persolan lahan sehingga anggaran tersebut bisa terserap maksimal dan pembangunannya berjalan lancar,” pesannya.

Dia menambahkan, persetujuan terhadap pembangunan fasilitas kesehatan tipe B ini diambil setelah pemerintah memastikan mendapat suntikan dana tambahan untuk Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) tahun 2022 sebesar Rp 466 miliar.

Sehingga nilai APBD yang sebelumnya diproyeksikan sebesar Rp 1,56 triliun, naik menjadi Rp 2,05 triliun. Dari situ, pemerintah kemudian memutuskan untuk memprioritaskan pembangunan rumah sakit, ujarnya.

Waris juga mengatakan, dengan adanya tambahan dana dari pemerintah pusat yang terdiri dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Anggaran Dana Desa (ADD) dan bagi hasil minerba, menjadi angin segar bagi keuangan stabilitas keuangan daerah. DAS/APP

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: