WNI yang Dideportasi sudah Sembuh

 WNI yang Dideportasi sudah Sembuh

ilustrasi. (int)

NUNUKAN, NOMORSATU UTARA –  Ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah Sabah, Malaysia terpapar Covid-19. Sesuai data Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kinabalu per Oktober 2021. Acting Konsul Jendral KJRI Kinabalu, Sabah, Malaysia, M Muhsinin Dolisada merinci, dari jumlah WNI ada 8 meninggal dunia dan 1.577 sembuh.

“Tapi itu data per Oktober 2021. Karena sejak November (2021) sampai sekarang tidak melakukan pendataan lagi. Kalaupun masih ada yang terpapar, pasti langsung ditangani pemerintah di sini,” katanya melalui telepon selulernya, Kamis (13/1).

Selama ini, kata dia, tindakan dari pemerintah Malaysia dalam menindaklanjuti WNI yang terpapar, cukup maksimal. Ketika pihaknya melaporkan ada WNI yang terpapar, tim kesehatan Malaysia langsung melakukan penjemputan.

Saat dirawat pun, lanjut dia, tak ada beda antara warga Malaysia dan bukan warga Malaysia ketika dinyatakan terpapar COVID-19.

“Semua yang terpapar langsung ditangani maksimal. Tidak ada beda, dia warga Malaysia maupun bukan. Termasuk warga kita, pasti diberi penanganan maksimal,” ujarnya.

Dikatakan, KJRI juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan pemerintah Indonesia dalam memberikan perhatian terhadap WNI yang dinyatakan positif corona. Terutama untuk terus memberikan dukungan, agar WNI di Sabah yang terjangkit virus itu bisa segera sembuh.

BACA JUGA  Optimistis Tercapai

“Kita masih terus melakukan koordinasi. Karena adanya varian baru, kita juga melakukan imbauan kepada warga agar menaati peraturan protokol kesehatan yang berlaku di sini,” ujarnya.

Selama ini, proses deportasi terhadap WNI yang dinyatakan positif COVID-19 ditunda. Para WNI harus dinyatakan sembuh dari virus baru dideportasi. Karena, itu juga langkah pihaknya untuk menekan laju penyebaran COVID-19 di Indonesia.

“Kalau ada yang positif, itu ditahan dulu. Nanti sembuh baru kita deportasi,” jelas dia.

Sementara untuk data vaksinasi WNI yang ada di wilayah kerja KJRI Kinabalu, Muhsinin mengaku masih belum mendapatkan jumlah pastinya. Namun vaksinasi yang berjalan di Malaysia semuanya dilaksanakan otoritas kesehatan. Sementara para WNI yang akan melakukan vaksinasi, difasilitasi perusahaan tempatnya bekerja. (RN)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: