Wagub: Ambil Peluang KIPI

 Wagub: Ambil Peluang KIPI

Yansen Tipa Padang. (ist)

TANJUNG SELOR, NOMORSATU UTARA – Pembanguan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi tak hanya menguntungkan bagi pelaku industri besar. Masyarakat yang bergerak di bidang usaha mikro kecil dan menengah bakal ikut merasakan dampaknya.

Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Yansen Tipa Padang, kepada Disway Kaltim-Kaltara, baru-baru ini. “Keberadaan tenaga kerja untuk membangun kawasan, akan membawa dampak bagi para pelaku usaha kecil,” kata Yansen TP.

Pekerja dari luar bakal membuka peluang usaha warung makan, toko kelontong, pulsa, transportasi, sampai propert.

Proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh PT Kalimantan Industri Park Industri (KIPI) itu akan menyerap sekitar 100 ribu orang tenaga kerja.

Yansen Tipa Padan mengatakan, proyek besar dengan nilai investasi USD 132 miliar ini nantinya akan memberikan manfaat bagi warga Kaltara. Apalagi, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan akan melibatkan masyarakat Kaltara.

“Presiden RI, Joko Widodo telah melakukan groundbreaking KIPI pada Desember lalu, Kalau sesuai perencanaannya dalam 2 tahun itu akan terbangun. Untuk itu saya mengajak masyarakat Kaltara mempersiapkan diri mengambil peluang ekonomi di sana termasuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja,” ungkapnya, Selasa (11/1).

Dikatakannya, peluang usaha yang dapat dikerjakan oleh warga Kaltara seperti memenuhi kebutuhan pangan dan pakaian. Sebab, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan cukup besar.

BACA JUGA  Dorong Pemda Beri Pelatihan

“Bisa kita bayangkan jika sebanyak 100 ribu tenaga kerja itu bekerja, berapa banyak kebutuhan atau stok bahan pangan yang dibutuhkan. Belum lagi kegiatan pengerjaan proyek yang bisa dikerjakan oleh kontraktor lokal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemprov Kaltara akan membantu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) seperti menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan agar kebutuhan tenaga kerja pengerjaan KIPI dapat diisi oleh tenaga lokal.

“Kita menerima program yang datang tapi harus melibatkan masyarakat dan kontraktor lokal yang ada di Kaltara. Jangan sampai kita jadi penonton terutama kebutuhan SDM nya. Bisa saja nanti melalui OPD terkait untuk melakukan pelatihan tenaga kerja dengan membentuk balai latihan kerja (BLK),” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Bulungan Syarwani mengungkapkan, pihaknya berupaya agar tenaga kerja lokal dapat terserap untuk bekerja di proyek strategi nasional (PSN) itu.

“Kita akan siapkan SDM lokal bisa menguasai bahasa asing, apalagi proyek ini akan menggunakan tenaga ahli dari negara lain. Untuk itu, kita sudah jalin kerjasama dengan universitas agar memberikan pelatihan bahasa asing seperti bahasa mandarin dan inggris,” pungkas Syarwani. *VIR/YOS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: