Tujuh Prioritas Anggaran Terbatas

 Tujuh Prioritas Anggaran Terbatas

SRI JUNIARSIH. (dok)

TANJUNG REDEB, NOMORSATU UTARA Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menetapkan tujuh program prioritas dalam arah kebijakan pembangunan tahun depan. Hal itu dilakukan setelah Pemkab mempertimbangkan berbagai aspek, dan menakar kemampuan anggaran daerah yang disebut terbatas.

Tujuh program dalam skala prioritas yang akan didanai itu tertuang dalam nota kesepakatan antara Pemkab dan DPRD terhadap Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2022. Yang ditandatangani dalam rapat paripurna DPRD, Senin (23/11).

Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, dalam penyusunan KUA-PPAS T.A 2022 tersebut, Pemkab Berau telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyusun program dan kegiatan yang sifatnya prioritas sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran.

“Kami menyadari bahwa tentunya tidak semua usulan dan kebutuhan dapat kita tampung. Kita harus mengakui bahwa kemampuan anggaran masih terbatas dibandingkan dengan banyaknya program yang harus kita laksanakan,” ujarnya diwawancara usai rapat paripurna di gedung DPRD Berau.

Pemerintah, katanya, mengakui bahwa masih terdapat kekurangan pada pelaksanaan pembangunan tahun-tahun sebelumnya. Namun, Bupati menekankan bahwa semua itu akan dibenahi dalam pelaksanaan pembangunan yang akan datang.

Oleh sebab itu, lanjutnya, dapat dipahami bahwa jika ada satu program yang belum dapat dibiayai sesuai anggaran yang dibutuhkan. Akan menjadi perhatian Pemda pada tahun anggaran berikutnya.

“Pastinya yang merupakan kebutuhan urgen yang akan kita penuhi dulu. Ketika memang ada yang belum bisa terakomodasi karena keterbatasan anggaran, kita akan perhatikan di tahun mendatang,” jelas Bupati.

“Kepenginnya semua kita akomodasi, cuma kan kita akan lihat skala prioritas yang mana. Kalau yang masih bisa ditangguhkan, kita akan tangguhkan dulu. Dan akan diprioritaskan ke depan. Karena kondisi belum memungkinkan. Anggaran kita terbatas,” ditambahkan.

BACA JUGA  Garap Sektor Andalan

Dalam KUA-PPAS 2022 yang merupakan landasan penyusunan RAPBD 2022, Pemerintah menetapkan nilai anggaran total Rp 2,50 triliun. Itu setelah Pemda mendapatkan kepastian tambahan dana transfer pusat sebesar Rp 466 miliar.

Pemkab, berharap agar realisasi pendapatan daerah tahun 2022 bisa meningkat. Agar pemerintah bisa menepati janji-janjinya kepada masyarakat.

“Kita akan terus memacu semangat kita untuk mencari sumber-sumber pendapatan daerah. Guna peningkatan pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ucap Bupati.

Adapun tujuh arah kebijakan pembangunan yang menjadi prioritas tersebut adalah, peningkatan kualitas dan aksesibilitas pelayanan kesehatan secara merata. Peningkatan kualitas dan aksesibilitas pelayanan pendidikan seluruh lapisan masyarakat.

Kemudian, mengelola krisis dan mitigasi dampak pandemik COVID-19 di sektor ekonomi dengan mengutamakan keselamatan pelaku usaha, pekerja dan masyarakat yang terkait pengembangan ekonomi kreatif. Pemberian bantuan likuiditas bagi pelaku usaha ekonomi kreatif. Pemberian insentif kepada pelaku usaha, dan pekerja ekonomi kreatif dan percepatan pemulihan lingkungan ekonomi kreatif.

Program berikutnya, ialah pemberdayaan dan peningkatan produktivitas dan nilai tambah Industri kerakyatan dan usaha kecil menengah. Lalu pengembangan infrastruktur penunjang pariwisata daerah, dan potensi daerah lainnya.

“Peningkatan sarana prasarana utilitas daerah. Serta mendorong percepatan belanja padat karya untuk kegiatan produktif yang menyerap banyak tenaga kerja sepeti belanja infrastruktur.”

Menurut Sri Juniarsih, buah dari pembangunan harus dinikmati seluruh masyarakat di kabupaten Berau. Program-program pro rakyat harus dikedepankan melalui prioritas pembangunan yang ditetapkan.

“Semangat mengacu pembangunan merupakan manifestasi dari kesungguhan kita dalam menjalankan pemerintahan sebagai amanat konstitusional yang diberikan negara,” imbuhnya. DAS/APP

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: