Tiap Bulan BBM Langka

Kuota Terbatas, Aktivitas Ekonomi Bidukbiduk Terhambat

 Tiap Bulan BBM Langka Kuota Terbatas, Aktivitas Ekonomi Bidukbiduk Terhambat

STOK BBM jenis solar dan pertalite di SPBU Bidukbiduk kosong dalam beberapa hari terakhir.(IST)

KETERBATASAN kuota bahan bakar minyak (BBM) khususnya solar, secara tidak langsung berdampak pada sektor perikanan maupun pariwisata di Kecamatan Bidukbiduk. Tak jarang, masyarakat terpaksa memarkir kapal dan kendaraannya berhari-hari karena SPBU kehabisan stok BBM.

Manajer SPBU Bidukbiduk, Padli menyebut, stok BBM beberapa hari terakhir kosong. Baik premium maupun solar. Kondisi itu terjadi tiap bulannya. Tentu membuat nelayan kebingungan memenuhi kebutuhan bahan bakar kapalnya.

Pun ada, masyarakat harus merogoh kantong lebih dalam menuju kecamatan lain demi mendapatkan solar. Baik mengantre di SPBU maupun membeli eceran.

“Tentunya harus dipenuhi. Kebutuhan BBM masyarakat sangat tinggi. Khususnya solar untuk menunjang aktivitas melaut,” ujarnya kepada Disway Berau, Selasa (28/12).

Lanjutnya, kuota yang didistribusikan ke SPBU Bidukbiduk hanya 100 ton per bulan. Dan itu sekali pengantaran saja. Jumlah itu belum mencukupi memenuhi kebutuhan BBM kapal nelayan maupun kendaraan pengangkut ikan.

“Itu belum termasuk kendaraan pribadi, kapal wisata dan lainnya,” ucapnya.

BACA JUGA  Usul Rp 12,8 Miliar

Sejak beroperasi, Padli memperkirakan kebutuhan masyarakat mencapai 200-300 ton per bulan. Perkiraan itu seiring peningkatan kunjungan wisatawan ke objek wisata di Kecamatan Bidukbiduk.

Dia berharap, ada penambahan kuota BBM guna memenuhi kebutuhan masyarakat di kecamatan terujung Kabupaten Berau. Terutama dalam menunjang sektor pariwisata dan perikanan.

“Kuota yang ada sangat kurang. Kami membutuhkan dua hingga tiga kali lipat,” tegasnya.

Pihaknya telah beberapa kali mengajukan penambahan kuota ke PT Pertamina (Persero). Sayang, pengajuannya belum terpenuhi hingga kini.

“Melalui rekomendasi bupati dan camat beserta data-data nelayan. Tapi, sampai sekarang belum ada realisasinya,” katanya.

Tak hanya solar, BBM jenis pertalite juga kosong. Permintaan atau konsumsi bahan bakar meningkat signifikan seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisata di akhir tahun 2021.

“Karena stok kosong kami tidak beroperasi. Hanya menunggu pengantaran dari Pertamina,” pungkasnya. */IZA/JUN

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: