Target 2023

 Target 2023

ilustrasi

TANJUNG SELOR, NOMORSATU UTARA – Desa-desa di Kalimantan Utara (Kaltara) yang belum teraliri listrik, ditarget PLN sudah terlistriki pada 2023 mendatang.

Saat ini, menurut General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim), Muhammad Ramadhansyah, secara bertahap terus dilakukan upaya pemerataan listrik di seluruh wilayah provinsi ke-34 ini.

Terbaru, ia menyebut pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Malinau, yang berkapasitas 2×3 megawatt (MW). Bahkan, sudah mendapat sertifikat layak operasi. Artinya, kata Muhammad Ramadhansyah, sudah siap untuk dioperasikan secara komersil.

“Kemudian juga untuk Kaltara, kami sudah menyelesaikan transmisi 150 kV dari Malinau ke Tidang Pale,” ungkap Ramadhansyah kepada Disway Kaltara, usai bertemu Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, Senin (21/6).

Selain itu, ia juga menyebut bahwa dalam waktu dekat, jaringan transmisi listrik yang menghubungkan Kaltim dengan Kaltara. yakni dari Tanjung Redeb ke Tanjung Selor, juga dalam progres yang sudah mencapai 85 persen.

“Artinya, nanti juga dalam kesempatan yang bersamaan, pembangunan masih diteruskan dari Tanjung Selor ke Tidang Pale. Sehingga, nanti diharapkan di tahun 2023, dari Kaltim sampai Malinau sudah tersambung secara transmisi,” terang Ramadhansyah.

BACA JUGA  Ingatkan ASN Jaga Keamanan Informasi

Untuk memenuhi target itu, ia juga mengatakan bahwa pembangunan jaringan listrik yang berkesinambungan, tidak bisa dilakukan Kaltara sendiri. Namun, juga harus dilakukan di Kaltim. Mengingat, jaringan transmisi listrik di beberapa wilayah Kaltim, juga belum terhubung.

“Secara bersamaan di Kaltim juga harus diselesaikan. Yaitu dari Sangatta, Maloy, Talisayan, dan Tanjung Redeb,” ujarnya.

Dengan begitu, kelebihan daya yang sangat besar di Kaltim, bisa sampai ke Kaltara. Dan, Kaltara secara pasokan daya listrik akan lebih memadai. Saat ini, kondisi kelistrikan pada Sistem Mahakam surplus sebesar 500 MW. Sistem Mahakam mengaliri empat daerah di Kaltim. Yaitu Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, dan Bontang.

Menurutnya, kelebihan daya itu tak bisa disalurkan ke daerah yang belum tersentuh listrik. Karena belum ada jaringan listrik penghubungnya. Jika jaringan listrik dari wilayah Kaltim-Kaltara telah terbangun, lanjutnya, maka pasokan daya listrik bisa terserap secara merata. *

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: