Tanpa Turbo di Indonesia

 Tanpa Turbo di Indonesia

Honda City Hatchback (Int)

HONDA Prospect Motor (HPM) diketahui tidak mendaftarkan City Hatchback dengan mesin 1.000 cc turbo yang dipakai versi Thailand dan sejauh ini dikatakan model bermesin 1.500 cc hanya dipakai buat kebutuhan uji jalan di dalam negeri.

“Iya yang didaftarkan 1.500 cc untuk kebutuhan testing di jalan,” kata Business Innovation and Marketing & Sales Director Honda Prospect Motor Yusak Billy, pada Kamis (18/2).

Meski begitu Billy belum dapat mengungkap hasil uji jalan City Hatchback. Dia juga tak mau bicara kemungkinan perusahaan mendaftarkan varian mesin 1.000 cc turbo bakal kebutuhan yang sama.

Mendaftarkan mobil ke pemerintah untuk mendapatkan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dan uji jalan diketahui merupakan upaya awal produsen otomotif sebelum memutuskan meluncurkan produk baru di Indonesia.

Uji jalan dilakukan untuk memastikan kualitas dan spesifikasi mobil sesuai kebutuhan perusahaan yang ditetapkan atas riset pasar dan konsumen.

Billy juga enggan membuka informasi mengenai jadwal City Hatchback yang diduga sebagai pengganti Jazz akan diluncurkan.

“Kami belum memutuskan kita tunggu saja, saya belum bisa bicara lebih lanjut mengenai model baru ke depan karena kami selalu melihat permintaan pasar dan kondisinya seperti apa,” ucap Billy.

BACA JUGA  Mengatasi Blank Spot

City Hatchback melakoni debut dunia di Thailand pada November 2020 dengan mesin 1.000 cc, 3-silinder, 12-katup, DOHC, VTEC turbo yang sanggup menyemburkan 120,3 hp dan torsi maksimum 173 Nm.

Berdasarkan situs informasi NJKB Badan Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, City Hatchback sudah teregistrasi sejak 2020 dengan kode City HB.

Ada dua varian yang tertera yaitu City HB 1.5L RS CVT dengan NJKB sebesar Rp221 juta dan City HB 1.5L RS MT Rp213 juta. Dari informasi itu HPM diketahui memilih menggunakan mesin 1.500 cc, bukan 1.000 cc turbo.

Bulan lalu Billy sempat menjelaskan salah satu pertimbangan memilih mesin 1.500 cc untuk konsumen Indonesia soal harga jual.

“Harus disesuaikan value-nya dengan harga jual mobil tersebut nanti supaya cocok dengan target market kami,” kata Billy saat dihubungi, Selasa (19/1).DTC/APP

Berita Terkait

%d blogger menyukai ini: