Sudah Tiga Orang

Penyandang Disabilitas Bekerja di Tambang Berau

 Sudah Tiga Orang Penyandang Disabilitas Bekerja di Tambang Berau

Disnakertrans Berau akan mengupayakan penyandang disabilitas terserap kerja.(IZZA/DISWAY)

TANJUNG REDEB, NOMORSATU UTARA – Penyandang disabilitas saat ini mempunyai kesempatan bekerja seperti masyarakat normal pada umumnya. Pasalnya, sudah ada regulasi yang mengatur hal itu.

Tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas, Peraturan Pemerintah Nomor 60/2020 tentang Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 21/2020 tentang Pedoman Penyelenggara Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan.

Kabid Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, Risdauli Sinaga mengatakan, pihaknya akan terus mendorong semua perusahaan, mulai dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga swasta untuk mulai memperkerjakan penyandang disabilitas.

“Kesempatan bekerja mereka semakin terbuka lebar,” katanya

Dalam Pasal 53 UU Nomor 8/2016, perusahaan di bawah naungan BUMN dan BUMD wajib memperkerjakan paling sedikit 2 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawainya. Sementara, bagi perusahaan swasta minimal 1 persen dari jumlah pekerja.

BACA JUGA  Bangun Kepemudaan lebih Baik

“Kami juga sudah sosialisasikan ke perusahaan terkait,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Disnakertrans Berau, sebanyak 3 penyandang disabilitas telah bekerja di perusahaan batu bara. Menurutnya, hal itu merupakan langkah positif. Karena biasanya penyandang disabilitas sangat sulit mendapatkan kerja.

“Kita juga siap mengadakan pelatihan khusus untuk mereka dan kami sudah ada rencana ke sana,” ucapnya.

Dikatakannya, tahun ini pihaknya akan kembali melakukan sosialiasi sembari melakukan pendataan. Terkait berapa persen tenaga kerja penyandang disabilitas yang sudah terserap oleh perusahaan.

“Kalau target disesuaikan dengan keahlian mereka. Kami hanya menjalankan amanat undang-undang saja,” pungkasnya. */IZA/APP

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: