Ribuan Benih Ikan untuk Pembudidaya Ikan

 Ribuan Benih Ikan untuk Pembudidaya Ikan

DINAS Perikanan Berau menyerahkan bibit benih ikan untuk para pembudidaya perikanan di Kelurahan Rinding.(IST)

TANJUNG REDEB, NOMORSATU UTARA – Sepanjang tahun 2021, Dinas Perikanan Berau memberikan bantuan 15.000 bibit ikan nila dan 72.000 bibit ikan lele kepada pembudidaya ikan konsumsi di Kabupaten Berau. Diantaranya, Kelurahan Rinding, Bedungun, Sambaliung, Gunung Panjang, Gurimbang dan Harapan Jaya.

Kabid Budi Daya Dinas Perikanan Berau, Ramli mengatakan, hibah benih ke masyarakat tahun anggaran 2021 sudah tersalurkan semua. Sesuai dengan Dokumen Perencanaan Anggaran (DPA) berdasarkan target, akhir Desember 2021, seluruh benih ikan wajib tersalurkan.

“Untuk anggaran tahun 2021 hibah tersebut dilaksanakan oleh rekanan, kami hanya mengawasi,” katanya kepada Disway Berau, Kamis (25/11).

Lanjutnya, bantuan tersebut murni guna membantu para pembudidaya ikan mengembangkan usaha mereka setelah terdampak pandemik COVID-19. Sementara, memang ada program pembudidayaan ikan bagi nelayan baru yang dijadikan percontohan pada 2020.

“Program tahun ini bisa dikatakan lanjutan, bisa juga dikatakan memperkuat usaha yang sudah ada,” jelasnya.

Selain bantuan tersebut, ada juga bantuan pakan dan sarana prasarana (Sapras) minapadi yang masuk ke dalam DPA. Sementara, ada dua kegiatan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2021. Yakni, sapras budi daya kolam terpal dan karamba.

Dengan rincian, ikan nila 15.000 benih, ikan lele 72.000 benih, pakan apung nomor dua 3.090 kilogram (Kg), pakan apung nomor tiga 3.990 Kg, waring 12 gulung, mini blower 2 unit dan probiotik 90 botol.

BACA JUGA  Digoyang Sesar Lokal

“Sudah kita distribusikan yang murni untuk masing-masing penerima benih 6 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdatan), pakan 1 pokdatan dan minapadi 1 pokdatan. Sedangkan, untuk ABT Insya Allah Desember 2021 selesai semua,” imbuhnya.

Sejauh ini, tidak ada kendala dalam penyaluran bantuan tersebut. Pihaknya fokus mendukung pembudidaya ikan yang telah ada. Sifatnya sebagai stimulan. Memperkuat ekonomi supaya tidak beralih ke usaha yang lain. Sebagai pelaksana, pihaknya siap bertanggung jawab jika ada hambatan.

“Budi daya ikan sudah biasa kalau ada yang mati dan sebagainya. Tapi, kami sebagai pelaksana bertanggung jawab kalau ada yang mati kami ganti bibitnya,” ucapnya.

Evaluasi Dinas Perikanan, bahwa survival rate (SR) atau angka kelangsungan hidup ikan di atas 80 persen. Angka tersebut dinilai sangat bagus, karena standarnya SR berada diangka 60 persen.

“Jadi bisa dibilang kami berhasil,” tandasnya. *IZA/JUN

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: