Perintah Mabes AD

Kawal Pembangunan KIPI

 Perintah Mabes AD Kawal Pembangunan KIPI

Penyambutan Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Rifki di Makorem, Kamis (13/1).(Victor)

TANJUNG SELOR, NOMORSATU UTARA – Selain menjaga teritorial di wilayah perbatasan Kaltara, juga mendapat tugas khusus mengawal pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi.

Itu pengakuan Komandan Korem (Danrem) 092/Maharajalila yang baru, Brigjen TNI Rifki. Saat upacara kehormatan penerimaan dan pelepasan Danrem di Makorem 092/Maharajalila, Kamis (13/1).

“Perintah khusus Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD) yakni mengamankan serta mengawal pembangunan KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan.

Apalagi ada penekanan kemarin yang langsung saya ikuti, baik Presiden RI maupun Pangdam VI Mulawarman agar mengawal KIPI,” tegas mantan Waasops Kasad Bidang Siapsat.

Selain itu, yang menjadi atensi di wilayah perbatasan adalah menjaga kedaulatan negara. Tidak boleh ada sejengkal tanah pun diambil orang asing dan tidak boleh ada warga Kaltara di perbatasan telantar.

“Pulau Kalimantan bukan wilayah yang baru bagi saya. Sebelumnya bertugas lama di beberapa di Kalimantan. Salah satunya pernah menjadi Komandan Batalion Infanteri (Yonif) Raider 600/Modang Kodam VI/Mulawarman pada 2004,” jelas alumni Akademi Militer 1989 ini.

Juga pernah menjabat Dandim 0905/Balikpapan dan Kabagdik di Rindam VI Mulawarman di Banjarbaru Kalimantan Selatan. “Jadi tidak asing-lah bagi saya Kaltara ini. Pertengahan tahun kemarin melaksanakan kunker ke sini,” ungkapnya.

Sekadar informasi, Brigjen TNI Rifki menggantikan Brigjen TNI Suratno sebagai danrem. Saat pisah sambut, Suratno mengatakan, Korem 092/Maharajalila memiliki wilayah sangat luas.

Meliputi 4 kabupaten (Bulungan, Malinau, Nunukan dan Tana Tidung) serta 1 kota (Kota Tarakan). Tingkat ancaman disebutkan cukup besar. Apalagi, di wilayah daratan Malinau dan Nunukan berbatasan langsung dengan Malaysia dan memiliki panjang perbatasan 1.038 km.

“Rawan masalah seperti pelintas batas, kejahatan trans nasional, narkoba, penyelundupan dan kegiatan ilegal lainnya yang dapat mengganggu kedaulatan Negara. Syukur 1 tahun 10 bulan sebagai Danrem 092/Maharajalila, situasi keamanan relatif kondusif. Ini karena kerja sama dan sinergitas antara pemda, Polri dan tokoh masyarakat,” tandasnya, Kamis (13/1). (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: