Perajin Kembali Bergairah

Zainal: Saya Ingin Masyarakat Kaltara Sejahtera

 Perajin Kembali Bergairah Zainal: Saya Ingin Masyarakat Kaltara Sejahtera

GUBERNUR Kaltara Zainal Paliwang meninjau Galeri Kerajinan Kaltara, kemarin. (MEDIA RELASI ZIYAP)

TANJUNG SELOR, DISWAY – Respons positif terhadap imbauan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, agar pegawai pemerintahan, BUMN, maupun swasta mengenakan batik khas Kaltara, terus mengalir. Seperti disampaikan Abdul Gofur, pengelola Galeri Kerajinan Kaltara, imbauan Gubernur Kaltara mengedepankan kearifan lokal, dinilainya sangat baik. Karena para perajin di Kaltara, mulai dari batik, ukiran, manik-manik, dan lainnya, dapat hidup kembali.

Abdul Gafur juga mengatakan, jika dipercaya, dirinya siap mengakomodir para perajin di Kaltara untuk memasarkan hasil karyanya. Apalagi, galeri yang ada di Pasar Induk Tanjung Selor, menampung semua kerajinan khas Kaltara.

“Termasuk masalah penggunaan batik. Kalau memang Gubernur sudah menentukan batik khusus Kaltara, kita siap membuatnya. Kan di Kaltara ini banyak perajin batik,” ujar abdul Gofur, Senin (1/3).

Sementara itu, Zainal Paliwang, terus menunjukkan keseriusannya menonjolkan kearifan lokal. Kemarin, misalnya, Zainal mengunjungi galeri yang dikelola Abdul Gofur. Mantan Wakapolda Kaltara ini, menyempatkan diri melihat hasil kerajinan dengan ciri khas Kaltara. Mulai dari kerajinan ukiran hingga kain batik.

BACA JUGA  Bulungan Dikucur Rp 23 M

“Saya ingin para perajin yang ada di Kaltara ini, bisa kembali bergairah,” ujar Zainal.

Dengan kembali hidupnya para perajin rumahan atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kaltara, diharapkannya dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Saya mau masyarakat Kaltara sejahtera. Dengan kita memberdayakan produk lokal, secara otomatis meningkatkan mata pencaharian masyarakat Kaltara,” ungkapnya.

Apalagi, sebut Zainal, hasil kerajinan khas Kaltara mulai dari manik-manik, anyaman rotan, ukiran hingga batik, sudah sangat bagus. Bahkan, kerajinan yang ada di Kaltara dianggapnya sangat layak dipasarkan, baik nasional maupun internasional.

“Jadi, kita harus mengangkat kerajinan khas Kaltara. Karena itu merupakan kearifan lokal. Jadi masyarakat Kaltara harus mencintai produknya sendiri,” ujarnya. */mrz/rei

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: