Pemkab Antisipasi Lonjakan Kasus

 Pemkab Antisipasi Lonjakan Kasus

GEDUNG BKPSDM Bulungan yang dijadikan tempat karantina terkonfirmasi COVID-19. (DOK)

TANJUNG SELOR, NOMORSATU UTARA – Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Bulungan, kembali meledak. Bahkan, Bulungan yang sebelumnya turun ke level 3, saat ini kembali ditetapkan PPKM level 4 bersama Tarakan dan Nunukan.

Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Bulungan pada 24 Juli lalu, terjadi penambahan sebanyak 142 orang terkonfirmasi positif. Dengan demikian, total terkonfirmasi positif COVID-19 di Bulungan sebanyak 5.577 kasus.

Dari jumlah itu, 4.302 orang dinyatakan sembuh. Dan, sebanyak 1.210 kasus aktif. Serta total 68 meninggal dunia. Melonjaknya kasus terkonfirmasi, membuat Bulungan berstatus zona merah.

Mengantisipasi outbreak atau kejadian luar biasa terhadap lonjakan kasus positif COVID-19, Pemerintah Kabupaten Bulungan menyiapkan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Jalan Sengkawit, Tanjung Selor. Sebagai tempat karantina dan penanganan pasien COVID-19.

Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, rusunawa disiapkan sebagai solusi jangka pendek. Dirinya pun akan menginstruksikan instansi terkait untuk mempersiapkan rusunawa.

“Saya meminta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bulungan untuk menyiapkan rusunawa di Sengkawit,” kata Syarwani, Ahad (25/7).

Dikatakan, rusunawa lebih diutamakan sebagai tempat karantina dan penanganan pasien COVID-19. Karena fasilitas penunjang seperti ruangan dan kamar mandi telah tersedia. Dan, nantinya akan ditempatkan tenaga kesehatan yang bertugas 24 jam.

“Tinggal menambah fasilitas tempat tidur dan peralatan medis yang dibutuhkan. Rencananya, akan ditambah 100 tempat tidur,” ujarnya.

Selain rusunawa, lanjutnya, Gedung Wanita dan dome center pun dapat digunakan jika dalam kondisi mendesak. “Tapi skala prioritas itu pemakaian rusunawa. Penambahan fasilitas juga telah dilakukan di rumah sakit Tanjung Selor. Di sana kita tambah fasilitas tempat tidur sebanyak 40 unit,” sebutnya.

BACA JUGA  RS Darurat Bakal Ditutup Lagi

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bulungan, Imam Sujono mengatakan, jumlah pasien yang menjalani karantina khusus di gedung Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan, ada 58 orang. “Kondisi ruangan hampir penuh atau over kapasitas,” ujarnya.

Sedangkan di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, menurut Imam, sebanyak 36 orang menjalani perawatan, dan 8 pasien dalam kondisi kritis.

“Tiga bayi bersama orangtuanya juga menjalani perawatan di RSD, dan ini yang pertama kali ada bayi terpapar COVID-19 di Bulungan,” ujarnya.

Kendati demikian, Imam mengatakan, meski daya tampung tempat karantina dan rumah sakit sudah hampir penuh, namun kondisi penanganan COVID-19 di Bumi Tenguyun –sebutan Kabupaten Bulungan- belum dalam kejadian luar biasa (outbreak). Sehingga, belum dilakukan penambahan tempat karantina atau perawatan pasien COVID-19.

Saat ini, selain menambah jumlah tempat tidur di rumah sakit dan gedung BKPSDM, pihaknya juga telah menambah tempat tidur di beberapa puskesmas. Untuk menampung pasien COVID-19. */vir/rei

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: