Peluang Besar Pencaker

 Peluang Besar Pencaker

BUPATI Bulungan Syarwani bersama Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan meninjau lokasi KIPI, beberapa hari lalu.(IST)

TANJUNG SELOR, NOMORSATU UTARA– Proyek pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan, diperkirakan akan menyerap 100 ribu tenaga kerja.

Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, dari pemaparan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves),  Luhut Binsar Pandjaitan, 100 ribu orang akan bekerja di kawasan industri seluas kurang lebih 10.100 hektare itu.

“Saya bisa pastikan dan menyakini pembangunan KIPI akan segera terealisasi. Apalagi, proses groundbreaking yang rencananya dilaksanakan pada 16 Desember mendatang, dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi),” kata Syarwani, Senin (6/12).

Pembangunan KIPI, lanjutnya, akan menumbuhkan perekonomian baru tidak hanya di Tanah Kuning-Mangkupadi. Tetapi, di seluruh desa yang ada di Kecamatan Tanjung Palas Timur.

“Saya membayangkan ke depan Tanah Kuning-Mangkupadi itu akan mejadi desa rasa kota. Pendapatan ekonomi warga setempat juga akan bertambah,” ujarnya.

Untuk itu, Pemkab Bulungan akan membantu menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga lokal melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, untuk membuka program pendidikan diploma I dan II.

BACA JUGA  Sebulan Kerja Dapat THR

“Kita (Pemkab) sudah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan salah satu universitas di Kota Badung, Jawa Barat (Jabar). Anak-anak yang ikut program ini, tidak dikirim ke Bandung melainkan belajar di Bulungan,” jelasnya.

Dikatakannya, dua bahasa asing, yakni bahasa mandarin dan Inggris, diharapkan mampu dikuasai para pekerja lokal. Apalagi, investor yang akan masuk berasal dari Tiongkok dan Eropa.

“Harus bisa menguasai bahasa asing tadi, anak kita sulit bekerja di sana (KIPI) jika tidak ada keahlian. Nah, ini yang akan kita siapkan. Setiap tahun akan ada 100 anak yang akan mengikuti program program diploma itu,” kata Syarwani.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan kerja sama dengan balai latihan kerja (BLK) maupun institut yang berkaitan dengan kawasan industri tersebut.

“Ini komitmen saya bersama Gubernur (Zainal Arifin Paliwang). Kita tidak ingin menjadi penonton. Tetapi, kita ingin menjadi pelaku di kawasan industri itu,” ujarnya. */vir/rei

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: