PAD Harus Didongkrak

 PAD Harus Didongkrak

Pariwisata merupakan sektor pendapatan daerah yang bisa digali, apalagi Berau punya banyak objek wisata. Dermaga Tanjung Batu salah satu pintu wisatawan menuju objek wisata di Kepulauan Derawan.(DOK)

Tingginya ketergantungan fiskal daerah dari dana perimbangan pusat menjadi catatan penting bagi Pemkab Berau pada masa mendatang. Kondisi ini disadari dapat berakibat pada rentannya penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Dengannya, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di berbagai sektor adalah pilihan mutlak ke depan.

**

HAMPIR 80 persen pendapatan daerah Kabupaten Berau tahun depan masih ditopang dana alokasi transfer pemerintah pusat. Hal itu tergambar dalam struktur Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau Tahun 2022.

APBD Berau tahun depan ditetapkan senilai Rp 2.050.800.000.000. Angka itu dipastikan meningkat dari proyeksi sebelumnya yang berkisar Rp 1,5 triliun. Setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mencatat tambahan alokasi dana transfer sebesar Rp 466 miliar.

Secara terperinci, anggaran pendapatan daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah pada 2022 direncanakan sebesar Rp 210.600.000.000.

Proyeksi nilai PAD itu, terdiri dari hasil pajak daerah sebanyak Rp 82.450.000.000. Kemudian pendapatan dari komponen retribusi daerah sebesar Rp 11.133.000.000. Lalu hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan senilai Rp 21.070.000.000. Serta komponen lain-lain PAD yang sah, sejumlah Rp 95 miliar lebih.

Sementara alokasi anggaran pendapatan transfer dalam APBD murni 2022 direncanakan sebesar Rp 1.840.200.000.000. Terdiri dari pendapatan transfer pemerintah pusat sebesar Rp 1.630.530.000.000 dan pendapat transfer antar daerah sebesar Rp 209.661.000.000.

Pemkab Berau menyadari, rincian tersebut menggambarkan bahwa pemenuhan anggaran pembiayaan dalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan masih jauh dari kata mandiri.

Keadaan ini menuntut Pemkab bekerja lebih keras, memaksimalkan segala potensi  pendapatan untuk mengurangi ketergantungan.

Bupati Berau, Sri Juniarsih saat dikonfirmasi, menyatakan komitmen pemerintahannya yang akan terus mengoptimalisasi potensi-potensi yang ada untuk meningkatkan nilai PAD pada tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, ada beberapa sektor yang menjadi prioritas dalam arah kebijakan Pemda, untuk mendongkrak penerimaan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah. Di antaranya adalah pengembangan sektor pariwisata dan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

BACA JUGA  Dari Sumatera, Dikirim lewat Ekspedisi

Dia meyakini, saat ini, dua sektor tersebut, dapat memberi harapan bagi peningkatan PAD dan sekaligus pemulihan ekonomi pasca pandemik.

“Supaya tidak terlalu bergantung dari dana transfer pusat kita harus memaksimalkan PAD. Terutama dari sektor pariwisata dan UMKM. Kemudian potensi alam lain seperti pertanian dan perkebunan yang bisa kita maksimalkan,” ucap Bupati Sri Juniarsih diwawancara baru-baru ini.

Makanya, lanjut dia, Pemda saat ini sedang giat-giatnya untuk mempromosikan pariwisata dan mendorong atau memaksimalkan potensi ekonomi kerakyatan seperti UMKM.

Selain itu, pemerintah Berau disebut tengah dalam proses penciptaan ekosistem investasi non migas dan batu bara. Agar ada alternatif tumpuan ekonomi daerah ke depannya.

Sebab tak dapat dipungkiri, yakin Bupati, bahwa batu bara yang ada dan menjadi harapan terbesar bagi perekonomian daerah saat ini, akan habis dan selesai pada waktunya nanti.

Maka dari itu, dia menegaskan, bahwa pemerintahan yang dipimpinnya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan sumber-sumber anggaran bagi pemenuhan kebutuhan pembiayaan pembangunan di masa mendatang.

“Kita akan berusaha mendapatkan anggaran dari semua pintu untuk memperkuat APBD. Agar pemerintah mampu mewujudkan janji pembangunan bagi masyarakat,” tuturnya.

Jelas Sri Juniarsih, selain bertujuan untuk berupaya mengurangi ketergantungan fiskal daerah dari dana transfer, optimalisasi pendapatan asli daerah menjadi hal penting bagi tolak ukur pemerintahan daerah

PAD, katanya, merupakan suatu ukuran kinerja bagi Pemda yang ditarget dan didasarkan pada potensi dan kemampuan memungut dari masing-masing sumber PAD. Walaupun anggaran penerimaan dari PAD secara keseluruhan relatif masih kecil.

“Tetapi ada kecenderungan bahwa angkanya terus mengalami peningkatan setiap tahun,” tandasnya. DAS/APP

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: