Mulai Lagi, Waspada Omicron

 Mulai Lagi, Waspada Omicron

Ilustrasi. (Int)

TANJUNG REDEB, NOMORSATU UTARA– Setelah sekira 3 pekan tanpa penularan, pada Kamis (13/1) kemarin, kasus COVID-19 kembali terjadi di Kabupaten Berau. Tak tanggung-tanggung, pasien yang terpapar COVID-19 mencapai 10 orang, yang seluruhnya merupakan karyawan dari PT Sumber Mitra Jaya (SMJ), di Kecamatan Teluk Bayur.

Kasus ini, merupakan pertama kalinya di tahun 2022 yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau. Bahkan, sampel dari pasien COVID-19 tersebut, dikirim ke laboratorium kesehatan di Jakarta, untuk mengantisipasi penularan virus COVID-19 varian baru, yakni Omicron atau sejenisnya.

Kepala Dinkes Berau, Iswahyudi mengatakan, penyebab penularan COVID-19 di PT SMJ, setelah sejumlah karyawannya pulang dari luar daerah, tepatnya dari Jakarta, pada 6 Januari lalu.

“Sepuluh pasien ini merupakan klaster dari PT SMJ. Sebagian mereka ini tertular usai melakukan perjalanan, sebagian lagi tertular karena melakukan kontak erat dari pasien yang baru pulang dari luar daerah,” ungkapnya, kemarin.

Untuk pemeriksaan kesehatan kepada pelaku perjalanan itu, dilakukan pada 3 hari yang lalu, usai para pasien mengalami sakit dan gejala layaknya COVID-19. Setelah dilakukan dilakukan tes, sejumlah karyawan yang pulang dari luar daerah itu dinyatakan positif COVID-19.

Tidak ingin mengambil risiko, pihak perusahaan kemudian melalukan tracing kepada karyawan-karyawan yang berada di sekitar perusahaan. khususnya karyawan yang berada di lingkungan kerja pasien yang terpapar.

“Ada sekitar lebih 40 karyawan yang dilakukan tracing. Namun, hanya 10 orang yang dinyatakan positif COVID-19,” jelasnya.

BACA JUGA  Angka Kematian bakal Dicatat

Ketika disinggung mengenai gejala Omicron terhadap 10 pasien tersebut, Iswahyudi mengatakan, pada dasarnya untuk gejala tidak jauh berbeda dengan gejala virus COVID-19 pada umumnya. Akan tetapi, patut diwaspadai, mengingat di Indonesia virus tersebut sudah mulai banyak menulari masyarakat.

“Sampelnya ini masih kirim ke Jakarta. Hasilnya kami belum tahu bagaimana,” jelasnya.

Lebih lanjut kata dia, pihaknya masih tetap memantau jalannya tracing di PT SMJ. Jangan sampai, ada karyawan yang sempat melakukan kontak erat dengan 10 pasien yang sudah terdeteksi terlewat.

Dirinya juga sudah meminta manajemen perusahaan agar semua karyawannya dapat bersikap jujur, kepada tim medis di sana.
“Kalau ada yang pernah kontak erat dengan pasien atau keluarga pasien dapat segera melaporkan untuk dilakukan tes. Apalagi ini kan sudah jadi klaster, karyawan di sana harus jujur untuk membantu pemerintah daerah dalam mengantisipasi penularan COVID-19 di Berau,” katanya.

Tidak hanya kepada PT SMJ, pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan saat melakukan aktivitas baik di dalam maupun di luar rumah.

“Dengan adanya 10 kasus penularan COVID-19 ini diharapkan untuk meningkatkan prokesnya. Begitu juga dengan masyarakat yang ingin keluar daerah, untuk tetap menjalankan prokes dengan baik,” pungkasnya. ZZA/APP

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: