Mengungsi di Perahu

Lima Kecamatan Terdampak Banjir Malaysia

 Mengungsi di Perahu Lima Kecamatan Terdampak Banjir Malaysia

Banjir di perbatasan Nunukan Malaysia merendam ribuan rumah warga.(Ist)

NUNUKAN, NOMORSATU UTARA – Banjir besar masih menerjang Malaysia. Di tujuh negara bagian. Salah satunya di Sabah yang berbatasan dengan Kabupaten Nunukan.

Lima kecamatan di Nunukan pun terimbas. Membuat ribuan warga kelabakan. Sebagian harus mengungsi di perahu. Sebab tempat yang sejatinya akan dijadikan lokasi pengungsian turut terendam.

Lima kecamatan yang terimbas banjir Malaysia adalah Sembakung, Sembakung Atulai, Lumbis, Lumbis Ogong dan Lumbis Pansiangan.

Dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (4/1), Camat Lumbis, Lumbis membenarkan, ribuan rumah warga di 5 kecamatan terendam banjir. Warga pun terpaksa mengungsi karena tingginya luapan air dari sungai di wilayah itu.

“Saya perkirakan ribuan rumah terdampak banjir. Itu artinya, ribuan juga warga yang terpaksa mengungsi. Bahkan ada yang mengungsi di perahu,” katanya. Sebab rumah-rumah yang seharusnya bisa dijadikan tempat mengungsi ikut terendam. Luapan banjir disebutkan menghampiri 10 meter.

“Ada juga yang sampai mengungsi di atas perahu. Karena, air memang cukup tinggi. Seperti di Pansiangan, diperkirakan sekira 10 meter. Di Desa Mansalong, 90 persen bahkan sudah rata dengan air,” ungkapnya.

Warga terdampak banjir pun berharap perhatian dari pemerintah, terutama sembako dan obat-obatan. “Instruksi Bupati, kita diminta membentuk gerakan siaga banjir. Tapi nanti ketika terjadi banjir baru dinas membawa bantuan,” ujarnya.

BACA JUGA  Bakal Bebaskan 5 Lahan

Perhatian lebih pemerintah pun diharapkan Lumbis. Tak sekadar membantu saat banjir datang. Harus ada upaya agar tidak terus terulang. Sebab banjir kiriman dari Malaysia, kata dia, sudah kesekian kalinya. Namun tidak ada solusi.

Seharusnya, kata dia, persoalan banjir yang terjadi di wilayah perbatasan harus ditangani pemerintah pusat. Karena wilayah yang banjir di perbatasan dua negara. “Tapi hampir setiap tahun terjadi tak ada perhatian. Selalu saja terimbas saat malaysia dilanda banjir,” ungkapnya.

Dia mengatakan, Pemerintah Indonesia dan Malaysia seharusnya duduk bersama membahas persoalan banjir yang terjadi. Karea bantaran sungai di perbatasan meliputi dua negara.

“Kalau banjir rumah warga terendam. Bila surut, rumah warga roboh. Karena beberapa rumah warga berada di lereng sungai. Harapan kita, harus segera ditangani. Tidak sekadar memberi bantuan sembako,” pungkasnya. (rn)

Imbas Banjir Malaysia

  • Lima Kecamatan di Nunukan terendam: Sembakung, Sembakung Atulai, Lumbis, Lumbis Ogong dan Lumbis Pansiangan.
  • Ketinggian air hampir 10 meter
  • Ribuan warga mengungsi, sebagian ke perahu.
  • Warga butuh bantuan, terutama sembako dan obat-obatan

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: