Menatap Masa Depan

Dimulai 2022, Ikhtiar Pariwisata Gantikan Batu Bara

 Menatap Masa Depan Dimulai 2022, Ikhtiar Pariwisata Gantikan Batu Bara

Sri Eka Takariyati. (DOK)

Pemerintah Kabupaten Berau meneguhkan komitmen memulai langkah transformasi tumpuan perekonomian secara perlahan pada 2022. Sektor pariwisata menjadi harapan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Mengurangi ketergantungan dari sektor pertambangan batu bara.

BADAN Pendapatan Daerah (Bapenda) telah menyiapkan berbagai rancangan konsep dalam upaya mengoptimalisasi PAD dalam mengurangi ketergantungan perekonomian dan pemasukan daerah dari sektor pertambangan batu bara. Yang terbukti menjadi tumpuan dalam beberapa dekade terakhir.

Upaya itu, dikatakan Kepala Bapenda Berau, Sri Eka Takariyati, berangkat dari kesadaran bahwa potensi sumber daya alam batu bara akan habis pada masanya nanti.

“Upaya mentransformasi ekonomi dari ketergantungan sektor pertambangan batu bara akan dimulai. Karena kita sadari tidak bisa bergantung selamanya. Dan sesuai visi misi bupati dan wakil bupati, masa depan tumpuan ekonomi kita di pariwisata,” ujarnya belum lama ini.

Dia mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa konsep dan strategi pengelolaan sektor pariwisata untuk memaksimalkan pendapatan. Terutama di sisi penarikan pajak hotel dan restoran. Di sisi lain, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) didorong bekerja ekstra mendongkrak pendapatan dari retribusi di berbagai macam sarana.

“Kami akan terus melakukan  penggalian potensi-potensi yang baru. Untuk 2022 ini telah siapkan, kerja sama dengan BPKP akan melakukan penggalian potensi di sektor pajak restoran,” paparnya.

Selama ini, menurut Sri, banyak potensi-potensi baru penerimaan daerah di Kabupaten Berau yang belum tergali. Misal, pajak restoran yang sebenarnya terdiri dari banyak kategori. Seperti catering, rumah makan dan sebagainya.

“Itu semua belum maksimal. Makanya akan kita gali terus untuk meningkatkan potensi penerimaan pajaknya,” imbuhnya.

BACA JUGA  Belum Ada Tersangka, Polisi Kumpulkan Bukti

Di satu sisi, Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau tahun ini kehilangan potensi pendapatan dari sektor pajak sarang burung walet alami atau walet Goa, yang kewenangan pengelolaannya diambil alih pemerintah pusat melalui lembaga vertikal Kementerian Kehutanan.

Padahal, sektor itu diakui memberi kontribusi PAD sampai Rp 600 juta per tahun dari target Rp 1 miliar.

Karenanya, pihaknya mau tidak mau mengalihkan potensi pendapatan dengan menyasar sarang burung walet rumahan. Yang sebelumnya belum tersentuh. Sebab, target pendapatan pajak sarang burung walet disebut tidak berubah.

“Sudah ada 320 objek pajak sarang burung walet yang akan kita lakukan pemungutan pajak pada 2022. Karena targetnya tidak berubah walaupun kita kehilangan potensi,” terangnya

“Jadi, kita sudah punya rancangan konsep, dan akan mulai dijalankan pada 2022,” tambahnya.

Sri menuturkan, rencana mentransformasi tumpuan ekonomi dengan mengoptimalkan PAD, sebenarnya sudah ada sejak tahun 2021. Hanya saja, tertunda dieksekusi sebab gempuran wabah pandemik COVID-19.

Oleh karena itu, Ia berharap, pada 2022 ini ikhtiar tersebut benar-benar bisa dijalankan.

“Sudah sempat mau dimulai 2021 tapi ada pembatasan aktivitas. Dampaknya luar biasa ke sektor pariwisata. Mudah-mudahan COVID-19 sudah benar-benar mereda, sehingga kehidupan kembali normal, supaya bisa memulai memaksimalkan penggalian potensi-potensi pajak. Baik yang lama, maupun yang baru,” harapnya.

“Jadi ada banyak langkah-langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan PAD dan mengurangi ketergantungan dari sektor batu bara. Karena masa depan ada di pariwisata,” tandasnya. DAS/JUN

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: