Lirik PAD dari Walet

 Lirik PAD dari Walet

NIKODIMUS (ZUHRIE/DISWAY KALTARA)

TANJUNG SELOR, DISWAY – Pajak usaha sarang burung walet rumahan di Bulungan, belum maksimal. Meski, potensinya cukup besar. Karena itu, kata Ketua Komisi III DPRD Bulungan, Nikodimus, revisi Perda 12 Tahun 2015 tentang Perizinan Sarang Burung Walet, harus diselesaikan.

“Karena sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Apalagi, kami terus mendorong Pemkab Bulungan untuk serius memaksimalkan pajak usaha sarang burung walet,” ujar Nikodimus, Rabu (3/3).

Karena menurutnya, cukup banyak pengusaha sarang burung walet di Bulungan yang sudah beroperasi, tetapi belum bisa diterbitkan izinnya, lantaran tidak adanya aturan penarikan retribusi ataupun perizinan usaha sarang walet dalam peraturan daerah (Perda) yang lama. Sehingga, tidak bisa disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Ada satu pasal sehingga perizinan tidak bisa mengeluarkan izin. Ini yang masih kami sesuaikan, apakah pasal itu sudah tepat atau belum. Karena jangan sampai nanti multitafsir,” ujarnya.

BACA JUGA  Tunggu Arahan Pusat

“Ada juga aturan menyebut minimal bangunan sarang walet 500 meter dari jalan.  Itu sangat tidak masuk akal. Tidak ada tanah warga 500 meter. Maka dari itu, saya mengatakan perda terdahulu pada saat membuat acuannya dari mana. Sehingga, kita meminta untuk diperbaiki,” tambah Nikodimus.

Dalam revisi perda terkait perizinan sarang burung walet, selain mengatur jarak minimal dari jalan umum, tetapi juga mengatur penggunaan pengeras suara pemanggil burung walet. Hal ini perlu diatur, karena pihaknya ingin keberadaan sarang walet yang berada di tengah permukiman, tidak akan mengganggu warga akibat bising dari pengeras suara. */ADV/ZUH/REI

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: