Libatkan Masyarakat

Minimalisasi Risiko Bencana

 Libatkan Masyarakat Minimalisasi Risiko Bencana

ANDI SANTIAJI (DOK)

TANJUNG SELOR, NOMORSATU UTARA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), banjir, dan tanah longsor, merupakan bencana alam yang kerap terjadi di Kalimantan Utara (Kaltara).

Demi meminimalisasi risiko akibat bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, berencana membentuk Desa/Kelurahan Tanggap Bencana. Apalagi, kata Kepala Pelaksana BPBD Kaltara, Andi Santiaji, hampir di semua kabupaten/kota di Kaltara, memiliki potensi bencana yang sama. Yakni banjir dan tanah longsor.

Dalam mengatasi bencana, kata andi Santiaji, tidak bisa berdiri sendiri. Harus menjadi tanggung jawab bersama. Dan, diakuinya peran masyarakat sangat besar dalam upaya pencegahan bencana.

“Persoalan banjir, misalnya, itu biasanya dipengaruhi oleh faktor alam, dan bisa juga ada campur tangan manusia,” ujar Andi Santiaji, Senin (8/3).

BACA JUGA  Serapan KTS Tertinggi di Kaltim

Pihaknya juga akan terus mengedukasi masyarakat. Terutama yang bermukim di daerah-daerah rawan bencana alam. Termasuk masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir.

Karena menurutnya, meski gempa yang terjadi di Kaltara tidak sampai menimbulkan kerusakan. Masyarakat tetap harus waspada. Demi mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa setiap perusahaan yang ada di Kaltara, harus berpartisipasi dalam upaya meminimalisasi risiko bencana. “Biasanya yang terjadi di lingkar perusahaan adalah karhutla. Nah, itu membutuhkan peran aktif perusahaan juga,” ujarnya. */FST/REI

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: