Labanan Makmur menuju Kampung Digital

 Labanan Makmur menuju Kampung Digital

PEMERINTAH Kampung Labanan Makmur mencanangkan kampung digitalisasi dalam mempermudah pelayanan masyarakat.(IST)

banner pemkab

TANJUNG REDEB, NOMORSATU UTARA – Dalam meningkatkan pembangunan kampung, tidak hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Namun, diperlukan dukungan kemajuan informasi dan teknologi (IT), dalam memberlakukan pelayanan digital kepada warganya.

Program ini coba diimplementasikan Pemerintah Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur. Kepala Kampung Labanan Makmur, Mufid Datusahlan mengatakan, pihaknya terus berupaya menerapkan kampung digital menyesuaikan perkembangan zaman. Dengan tujuan, mewujudkan smart village atau kampung pintar dari berbagai sektoral.

“Tujuan utamanya, mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mempermudah pelayanan,” ungkapnya, Kamis (30/9).

Program yang dicanangkannya cukup berhasil. Bahkan, kampungnya mendapatkan juara 3 dalam Lomba Desa Digital yang dimulai sejak 1 Juni-27 September 2021. Pesertanya, 22 desa/kampung dari 7 kabupaten di Kaltim.

“Ini merupakan sebuah prestasi dari inovasi yang tengah kami lakukan. Dan ini juga menjadi motivasi kami mewujudkan smart village,” katanya.

Layanan digital yang dapat dinikmati masyarakat saat ini, pengurusan surat-menyurat berbasis online. Layanan data kependudukan di kampungnya lebih cepat dan update. Bahkan, tracing COVID-19 pada aplikasi Labanan Makmur. Dan banyak lagi layanan yang memberikan kemudahan masyarakat.

Tak ingin berpuas diri dengan raihan itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan pembangunan base marketplace, dalam rangka pemenuhan dan memfasilitasi perekonomian masyarakat di kampungnya.

BACA JUGA  Tabah Sampai Akhir

“Base marketplace sama dengan server. Jadi e-Commerce yang dipublikasi pada website sudah mempunyai hosting lokal tersendiri,” jelasnya.

Adapun keuntungan base marketplace tersebut diterangkannya, transaksi antar masyarakat dapat lebih aman, tidak tergantung pada penyedia hosting tertentu, dan jauh lebih efisiensi.

Tidak itu saja. Produk hasil panen maupun kerajinan tangan bisa dipasarkan secara luas. Inovasi ini, diharapkannya, mampu menjadi media transformasi berbagai potensi menuju pasar domestik maupun internasional.

“Untuk progres pengembangan base marketplace sendiri, sedang tahap develop komponen  hardware maupun software. Masih berproses di tim IT kami,” jelasnya.

Digitalisasi desa sendiri, belum banyak dikembangkan pemerintah kampung di Kabupaten Berau. Padahal, program tersebut sebagai konsep pengembangan kampung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dapat mempermudah kampung dalam menjalankan fungsi pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat kampung.

Menurut Mufid, digitalisasi merupakan sebuah keniscayaan, termasuk bagi masyarakat kampung. Padahal teknologi digital memiliki keuntungan yang besar bagi masyarakat desa.

“Banyak kemudahan-kemudahan yang dapat diberikan melalui digitalisasi. Masyarakat tak lagi tergantung pada tengkulak dalam memasarkan hasil panen dan mendekatkan pembeli dan penjual. Banyak kemudahan dan keuntungan lainnya,” pungkasnya. ZZA/JUN

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: