Klarifikasi Perumda Tak Dilampirkan

 Klarifikasi Perumda Tak Dilampirkan

Jasmine Hambali. (dok)

MENYIKAPI laporan hasil pansus Perumda Air Minum Batiwakkal yang dilakukan DPRD Berau, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jasmine Hambali menyebut, akan membahasnya kembali di internal DPRD Berau.

Sebab kata Dia, apa yang menjadi keputusan tersebut bukan lagi menjadi keputusan pansus, melainkan keputusan DPRD. Sebab, dari beberapa rekomendasi yang disampaikan, ada beberapa indikasi dugaan pelanggaran regulasi yang dilakukan oleh pihak manajemen Perumda Air Minum Batiwakkal.

“Bagi saya, itu harus ada sudut pandang lain. Terutama yang ahli di bidangnya, semacam saksi ahli. Apakah betul pihak perumda itu melakukan pelanggaran. DPRD tidak bisa memberikan justifikasi. Ini harus dirapatkan di internal lagi,” jelasnya.

Kemudian, dalam penyampaian hasil pansus itu juga, tidak ditampilkan hasil dari konfirmasi, ataupun klarifikasi dari manajemen perumda tersebut.

“Itu tidak ada. Seharusnya kan itu ada juga hak jawabnya. Karena itu kan bagian yang tidak terpisahkan dari hasil pansus. Apakah itu dalam bentuk lampiran atau semacamnya,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, salah satu dari 13 rekomendasi dari penyampaian hasil pansus, yakni meminta dilakukannya audit terkait kinerja manajemen Perumda. Hal ini menurutnya, tidak tepat, karena untuk menentukan keputusan harus berdasarkan hasil audit.

BACA JUGA  Eka Sapta Terendam Banjir

“Hasil audit itulah yang menentukan apakah dia bersalah atau tidak.” ungkapnya.

Makanya jelas Jasmine, hal ini akan kembali dibahas di internal DPRD Berau lagi. Karena menurutnya, perlu mendengarkan pandangan-pandangan dari masing-masing fraksi. Diyakininya, tidak semua anggota pansus tersebut sepakat dengan 13 rekomendasi yang dihasilkan dari Pansus. Setiap anggota memiliki sudut pandang sendiri dalam melihat persoalan yang terjadi.

“Kalau menurut saya, hasilnya ini bisa dikatakan tidak final dan mengikat,” katanya.

Selain itu, terkait kualitas hasil laporan pansus yang masih banyak kekeliruan, baik dari substansi maupun dari sistematika penulisan. Bahkan terdapat kesalahan penulisan nama.

“Bagaimana mungkin bisa percaya dengan kualitas laporan seperti ini,” ujarnya.

Sebenarnya, Jasmine sempat melakukan interupsi saat pembacaan rekomendasi selesai dilakukan oleh Ketua Pansus Perumda Air Minum Batiwakkal, Wendy Lie Jaya.

Hanya, Madri Pani selaku Ketua DPRD Berau yang memimpin jalannya sidang Paripurna tersebut menolak interupsinya.

“Paripurna tidak ada interupsi,” tegas Madri Pani. ZZA/APP

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: