Kaltara Melampaui Target Pusat

 Kaltara Melampaui Target Pusat

KALTARA meraih juara II provinsi terbaik kategori total target pelayanan dari BKKBN RI. (DKISP KALTARA)

banner pemprov
TANJUNG SELOR, NOMORSATU UTARA – Sebagai bentuk perencanaan pelayanan keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi (Kespro), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan puncak pencanangan pelayanan KB dan kespro bersama mitra kerja.

Kegiatan itu dihadiri Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang dan Koordinator Pelaksana Progam KKBPK Kaltara, Harlan Lelana secara daring dari ruang rapat gubernur, Senin (27/9).

Dalam pertemuan tersebut, tercatat bahwa Kaltara sebagai provinsi termuda, mendapatkan penghargaan sebagai provinsi terbaik kedua pada kategori target pelayanan kurang dari 10.000 akseptor tingkat nasional. Setelah Provinsi Maluku.

“Dari 34 provinsi, ternyata Kaltara berada pada peringkat kedua. Jadi dari BKKBN RI memberikan penghargaan atas partisipasi masyarakat terhadap pencapaian program KB melalui peserta KB di Kaltara. Kita juga tidak menyangka, karena memang penduduk di Kaltara ini tidak banyak,” ujar Harlan.

“Setiap provinsi itu ada target yang diberikan oleh BKKBN Pusat, berdasarkan jumlah penduduknya. Untuk Kaltara, itu ditargetkan sebanyak 2.000. Jika dilihat dari target, Kaltara sudah bisa melampaui sangat jauh, yaitu sebanyak 3.652,” tambahnya.

Selain itu, Harlan menjelaskan bahwa asumsi masyarakat mengenai program KB menganjurkan dua anak cukup, tidak sepenuhnya benar. Hal ini, karena KB hanya mengatur jarak kelahiran antaranak, agar tidak bertambah tingkat stunting di suatu wilayah.

BACA JUGA  Pengusaha Perempuan Berdaya Saing

“Kaltara ini wilayahnya luas, pertumbuhan penduduk pun belum maksimal. Kalimat dua anak cukup, itu hanya asumsi yang beredar saja. Karena memang KB bukan melarang punya anak, melainkan mengatur jarak antara anak pertama dengan anak kedua, dan seterusnya. Jadi sekarang asumsi yang benar itu dua anak sehat,” ujar Harlan.

“Sehat di sini, maksudnya dari segi jasmani dan rohani, jadi bisa terlepas dari stunting. Biasanya, stunting terjadi karena anak pertama belum selesai masa menyusunya, tapi sudah ada anak kedua, jadi kebutuhan anak pertama belum terpenuhi, sudah harus dibagi dengan si adik,” lanjutnya.

Harlan juga menjelaskan bahwa jumlah anak yang diinginkan setiap keluarga bukan menjadi persoalan. Hanya saja, penting untuk orang tua mengatur jarak kelahiran, agar suatu hal yang tidak diharapkan dapat terhindar. DKISPKALTARA/REI

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: