Jemput Bola Tingkatkan Penerimaan Pajak

 Jemput Bola Tingkatkan Penerimaan Pajak

Accountant calculating profit with financial analysis graphs. Notebook, glasses and calculator lying on desk. Accountancy concept. Cropped view.

TANJUNG SELOR, NOMORSATU UTARA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menargetkan penerimaan pajak 2022 meningkat. Dibanding tahun ini.

Di 2021 target penerimaan pajak sebesar Rp 430 miliar. Bapenda hanya mampu merealisasikan 85 persen sampai akhir tahun ini.

Ada lima jenis pajak yang dikelola Bapenda Kaltara. Di antaranya pajak kendaraan bermotor (PKB), pajak bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), pajak air permukaan (PAP), dan pajak rokok.
Pelaksana Tugas (Plt) Bapenda Kaltara, Sugiatsyah menyebut, belum ada sumber penerimaan pajak baru di 2022. Pihaknya akan mengoptimalkan kelima sumber pajak yang ada. Terutama, penerimaan PKB.

“Kita akan jemput bola. Ada program namanya Samsat Jelajah. Jadi mendatangi masyarakat wajib pajak untuk membayar pajaknya,” jelas Sugiatsyah, belum lama ini.

Hal itu dilakukan karena melihat dari hasil evaluasi Bapenda, salah satu kendala pembayaran pajak PKB adalah akses yang jauh. Antara masyarakat dengan kantor samsat setempat. Dengan mobilisasi pembayaran pajak PKB, diharapkan masyarakat dapat membayar pajak tanpa harus repot-repot ke kantor samsat.

“Kita siapkan beberapa unit mobil untuk pergi ke daerah-daerah jauh di pelosok,” terangnya menjelaskan konsep Samsat Jelajah.

BACA JUGA  Gubernur Apresiasi RSUK Tarakan Raih Juara II Pelayanan KB Nasional

Peningkatan penerimaan pajak di 2022 itu, menurut Sugiatsyah, dengan ekspektasi pandemik COVID-19 sudah melandai dan dapat dikendalikan. Sehingga penerimaan pajak bisa dilakukan lebih optimal dengan melakukan razia kendaraan bersama kepolisian.
Karena sepanjang 2021 ini, razia lapangan tidak dilaksanakan untuk menghindari kerumunan. Yang berdampak pada penurunan realisasi penerimaan pajak.

“Pajak kendaraan, meski kita diam saja, mereka pasti bayar cuma tidak maksimal. Makanya kami ke lapangan,” tuturnya.

Dikatakan, dibangunnya kawasan industri hijau di Kaltara, akan menambah sumber pendapatan baru bagi daerah. Namun, karena masih dalam proses pembangunan, realisasi pendapatan belum bisa dilakukan di 2022.

Sugiatsyah mengatakan, beberapa sumber pendapatan yang ada pada proyek kawasan industri hijau adalah retribusi dari pekerja asing yang masuk ke Kaltara. Sedangkan pada proyek PLTA akan menambah penerimaan pajak air permukaan (PAP).
“Kalau PLTA itu jadi, besar itu penerimaan pajaknya. Saya tidak bisa memprediksi karena belum ada perhitungan. Tapi kalau melihat di daerah lain sangat potensial,” pungkas Sugiatsyah. (KRV)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: