Jaga Kesehatan dengan Germas

 Jaga Kesehatan dengan Germas

Iswahyudi. (Izza/Disway)

banner pemkab

TANJUNG REDEB, NOMORSATU UTARA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Tujuannya, membentuk daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit di tengah pandemik COVID-19.

Kepala Dinkes Berau, Iswahyudi menyebutkan, ada tujuh indikator perilaku hidup sehat. Melakukan aktivitas fisik, makan sayur dan buah, tidak merokok, mengonsumsi alkohol, cek pemeriksaan berkala, kebersihan lingkungan dan jalan sehat. Bahkan, pegawai di instansi kesehatan diminta membakar kalori 30 menit per hari.

“Tujuannya, tidak mudah terserang penyakit. Terutama serangan virus corona. Meski terpapar, daya tahan tubuhnya lebih kuat,” katanya.

Pihaknya sudah mensosialisasikan Germas secara berkala. Mulai dari fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes), tatanan sekolah, perguruan tinggi, OPD hingga swasta.

“Hal seperti itu harus terus diingatkan. Contohnya, pakai masker. Kadang masih banyak orang berkumpul tidak memakai masker. Jangan lupa juga selalu cuci tangan,” terangnya.

Sementara, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Berau, Lamlai Sari mengatakan, program Germas sudah ada sejak 2018. Yang dulunya bernama Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS).

“Saat ini kami sedang menggaung-gaungkan Germas agar masyarakat selalu ingat menjaga kesehatannya. Terlebih, di masa pandemik saat ini,” tuturnya.

BACA JUGA  Bergelimang Hibah di Sektor Perikanan

Ia mengatakan, aktivitas fisik bisa dilakukan di mana dan kapan saja. Bisa dari rumah, perjalanan, sekolah, tempat kerja dan umum. Semua kegiatan fisik yang bisa membakar kalori bisa dikatakan aktivitas fisik. Tidak harus berolahraga yang berat atau bersepeda.

“Lakukan pekerjaan rumah yang ringan. Seperti menyapu, mengepel dan mencuci baju. Yang penting kalori terbakar,” tegasnya.

Lamlai mengatakan, masih banyak masyarakat yang belum sadar pentingnya cek kesehatan secara berkala. Idealnya, pemeriksaan kesehatan dilakukan setiap enam bulan sekali. Kontrol diri supaya tetap pada gaya hidup sehat.

“Saat ini, kalau sakit baru periksa. Padahal, kalau rajin cek kesehatan, semua penyakit bisa diagnosa lebih awal,” ucapnya.

Maka dari itu, Dinkes Berau melalui program Germas selalu meningkatan edukasi hidup sehat kepada masyarakat. Serta peningkatan pengetahuan bagaimana pola hidup sehat.

“Berawal dari diri kita sendiri, keluarga, masyarakat, akademisi, dunia usaha hingga organisasi masyarakat,” jelasnya. */IZA/JUN

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: