Infrastruktur Salah Satu Hambatan Investor

 Infrastruktur Salah Satu Hambatan Investor

Investor pengolahan sawit menjadi produk turunan belum ada di Berau. (dok)

TANJUNG REDEB, NOMORSATU UTARA – Pengembangan industri dan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Berau terbilang sangat besar. Namun, hal tersebut ternyata tidak sesuai dengan masuknya para investor yang bernaung di bidang tersebut.

Keberadaan pabrik yang dapat mengolah Crude Palm Oil (CPO) menjadi bahan jadi atau produk turunan, seperti minyak nabati, menjadi salah satu wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, menarik para investor. Namun, Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kabupaten Berau, Muhammad Said, menilai, terdapat kendala yang membuat investor enggan masuk ke Kabupaten Berau.

Menurut Said, salah satu penyebab investor berpikir untuk masuk ke Bumi Batiwakkal, dikarenakan pabrik CPO yang menghasilkan bahan turunan sampai saat ini belum ada. Sehingga, dalam menyuplai bahan baku yang seharusnya sebanyak 70 % bagi industri atau pabrik yang akan berinvestasi atau membuka industri di Kabupaten Berau, nihil.

Dikatakannya, hal tersebut dikarenakan perlunya manajemen terkonsentrasi yang mendukung adanya pabrik tersebut. Artinya, manajemen itu perlu didukung dengan adanya infrastruktur dan akses yang memadai.

Selama ini, pabrik CPO telah dimiliki oleh setiap perusahaan yang bertengger di Kabupaten Berau. Namun, dikarenakan akses dan infrastruktur yang belum mendukung menjadi permasalahan yang perlu ditangani.

BACA JUGA  Dengan Pembebasan Lahan

Lanjutnya, bahwa sebagai solusi untuk menanggapi investor yang enggan masuk itu adalah dengan memperbaiki tata kelola. Perbaikan itu dimulai dari sisi perizinan, infrastruktur, dan kemudian dari kebijakan Pemkab Berau.

“Apabila itu sudah didukung semua, implementasi itu akan bagus yang artinya instrumen-instrumen itu sudah saling bersinergi dan saling mendukung,” tambah Said.

Tata perizinan sebagaimana yang dimaksud adalah melalui adanya kebijakan-kebijakan daerah yang lebih mudah dengan membuka ruang luas untuk investasi, sehingga menjadi bagian dari strategi dengan memudahkan para investor.

“Jadi, pola kebijakannya itu kita permudah bagaimana kita mampu menarik investasi dan itu juga menjadi bagian dari tantangan kita,” ujarnya.

Kepala Bidang Penanaman Modal DPMTSP Berau, Mukri mengatakan, setiap investor yang datang tentunya akan melihat beberapa kategori.

“Karena memang investor itu apabila ingin berinvestasi di suatu daerah itu pasti ingin melihat ke sana, bagaimana pengembangannya, bagaimana aksesnya, bagaimana pemasarannya, bagaimana peluang-peluang usahanya. Jadi, kalau memang ada kekurangan atau permasalahan dalam bidang itu otomatis itu menjadi PR dan bahan yang kita benahi,” pungkas Mukri. */CHR/APP

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: