Gubernur Resmikan Uncle Jek

 Gubernur Resmikan Uncle Jek

Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang saat meresmikan aplikasi Uncle Jek di Tanjung Selor, Kamis (13/1). Layanan transportasi daring berbasis aplikasi ini diciptakan oleh masyarakat Bulungan. Gubenrur mendorong layanan serupa menyasar transportasi sungai. (KHAJJAR ROHMAH)

TANJUNG SELOR, NOMORSATU UTARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mendukung usaha rintisan (start up) lokal asal daerah. Bisnis start up dipercaya dapat menjadi pengungkit perekonomian dalam era digitalisasi ekonomi yang kini semakin menggeliat.

Hal itu, disampaikan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang saat melaunching  Uncle Jek. Sebuah start up di bidang jasa layanan transportasi online buatan anak daerah Kaltara.

“Sekarang semua serba digital. Banyak transportasi terintegrasi dengan smart phone. Jadi saya apresiasi adanya start up transportasi online yang digagas anak daerah,” ujar Gubernur,  saat meresmikan aplikasi Uncle Jek di Tanjung Selor, Kamis (13/1).

Jasa tranportasi kata dia, berpeluang penting dalam pergerakan roda perekonomian. Sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan masyarakat.

Ia berharap, adanya start up di bidang layanan transportasi ini dapat menjadi alternatif untuk memberikan layanan yang aman, mudah, murah, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya berharap keberadaan Uncle Jek memberikan kemudahan jasa transportasi. Dan membuka lapangan kerja dan memberdayakan ojek konvensional,” pesannya.

Ia juga mendorong adanya start up lokal lain yang hadir di Kaltara. Sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat daerah. Salah satunya, ia menyebut layanan transportasi air yang menjadi kebutuhan vital masyarakat Kaltara.

“Buka start up yang melayani transportasi sungai secara online. Misal dari sini ke Sepunggur atau di daerah pinggiran sungai lainnya. Karena tidak semua jalur kita bisa dilalui melalui darat,” ujarnya.

BACA JUGA  Asah Kemampuan Prajurit

Terpisah, Komisaris Utama Uncle Jek, Helmi Pandawa mengatakan teknologi informasi saat ini menjadi kebutuhan primer masyarakat di era digitalisasi industri. Start up lokal harus mampu mengambil peluang itu di daerah. Agar tak tergerus dengan start up besar yang berasal dari luar daerah.

“Kami mempunya tujuan untuk bisa memberikan sumbangsih dan andil dalam pembangunan daerah baik di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Jadi orientasi kami, bukan hanya profit semata,” jelas Helmi.

Rilis di tengah pandemi COVID-19, Helmi menyebut, Uncle Jek dapat mengambil peluang besar. Karena menurutnya, bisnis pengantaran justru mengalami peningkatan. Aplikasi ini juga dimanfaatkan sebagai media untuk memfasilitasi para pelaku UMKM yang kini banyak beralih ke delivery order dalam transaksi jual beli di masa pandemi.

Helmi berharap, Uncle Jek dapat diterima masyarakat secara luas. Dan dapat digunakan sebagai pilihan transportasi online utama di Kaltara. Karena ini adalah buatan anak daerah. (KRV)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: