Gerombolan Bertopeng Berondong Warga

 Gerombolan Bertopeng Berondong Warga

Korban penembakan oleh pria bertopeng mendapatkan perawatan di RSUD Nunukan. Dua lainnya lolos dari serangan brutal itu.(ist)

NUNUKAN, NOMORSATU UTARA – Gerombolan pria bertopeng menyerang tiga warga negara Indonesia di perairan Batu 5, Tawau, Malaysia. Akibat peristiwa itu, satu orang mengalami luka parah, dan dua lainnya berhasil menyelamatkan diri. Korban penembakan diidentifikasi bernama Sakri, 35 tahun, warga Sei Nyamuk, Sebatik Timur.

Korban saat ini mendapatkan perawatan di RSUD Nunukan, setelah dilakukan operasi pengangkatan sisa proyektil senjata api yang bersarang di kaki kanannya.

Saat ditemui, korban mengaku tidak mengenal pelaku penembakan terhadap dirinya beserta dua orang rekannya bernama Dedy dan Nasir.

Berdasarkan pengakuan Sakri, serangkan brutal itu dilakukan sejumlah orang yang menggunakan penutup wajah pada Rabu (12/1) sekitar pukul 02.30 Wita.

Peristiwa itu berawal ketika ketiganya ingin mengambil (membeli) gas 14 kilo gram Petronas Malaysia menggunakan speedboat. Namun tiba-tiba saja, datang speedboat yang digunakan pelaku dan langsung melakukan penembakan secara membabi buta.

“Saya lihat, mereka ada enam orang. Mereka langsung menembak dengan jarak sekitar 4 meter. Mereka pakai (menggunakan) speedboat 60 PK,” katanya saat ditemui di RSUD Nunukan, Kamis (13/1).

Awalnya, kata Sukri, tidak menyadari jika tembakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal itu mengenai hingga kakinya. Setelah sadar dirinya dan rekannya di tembak, ia hanya langsung melarikan diri mengarah perairan Sebatik. Ia sadar kakinya terkena tembakan, saat speedboat yang di nahkodainya tiba di perairan Sebatik.

BACA JUGA  ASN Harus Inovatif

“Saya sadar (kaki terkena tembakan) saat sudah di laut Sebatik. Langsung teman saya (Dedy) yang mengambil alih kemudi speedboat. Saya langsung pingsan, karena tidak kuat lihat darah,” jelasnya.

Sukri sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Sei Nyamuk. Namun karena mengalami pendarahan cukup parah, ia akhirnya dilarikan ke RSUD Nunukan untuk dilakukan operasi. Ia menduga, jika pelaku penembakan terhadap dirinya dan rekannya itu merupakan orang yang sudah terlatih.

“Tapi Alhamdulillah, saat kami lari, mereka tidak bisa dapat kami. Karena speedboat yang kami adalah speedboat 200 PK. Sedangkan mereka hanya speedboat 60 PK,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyanto melalui Kapolsek Sebatik Timur IPTU Randhya Sakthika Putra membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, pihaknya masih mencari tahu kronologis valid atas tragedi penembakan yang diterima ketiga korban. Kapolsek mengatakan, ketiga korban nantinya akan dimintai keterangan yang terkait kejadian tersebut.

“(soal penembakan) infonya memang benar. Tapi untuk kronologis validnya, belum bisa dipastikan. Karena anggota juga masih cari info di lapangan. Nanti korban juga akan kita mintai keterangan. Tapi kita tunggu kondisinya stabil dulu,” pungkasnya. *RN/YOS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: