Evaluasi soal Pemanduan

KUPP Telah Usulkan Tambahan Kapal Tunda

 Evaluasi soal Pemanduan KUPP Telah Usulkan Tambahan Kapal Tunda

Turap tepian Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb, yang rusak akibat ditabrak Kapal Damai Sejahtera 5 masih dipasangi garis polisi, Rabu (5/1).(HENDRA/DISWAY BERAU)

TANJUNG REDEB, NOMORSATU UTARA – Untuk menghindari terjadinya insiden kecelakaan air, terutama kapal pengangkut barang ketika memasuki Sungai Segah,Tanjung Redeb, KUPP Kelas II Tanjung Redeb, telah mengusulkan penambahan armada. Khususnya kapal tunda.

Pengawas Pemanduan KUPP Kelas II Tanjung Redeb, Fattah Hairul Anam, mengatakan, untuk kapal tunda di Berau, telah dilaporkan ke Kasubdit Kepanduan di pusat. Laporan disampaikannya di Makassar, Sulawesi Selatan akhir tahun 2021 lalu, mengenai masalah sarana dan prasarana terkait penambahan kapal tunda di Kabupaten Berau, yang dinilai masih kurang untuk memandu kapal-kapal berukuran besar yang masuk ke Sungai Segah.

“Saya sampaikan ke Kasubdit Pusat waktu itu, untuk menambah tiga kapal tunda lagi. Harapannya tahun ini bisa terealisasi,” jelasnya, Selasa (5/1).

Meski demikian, Fattah Hairul Anam tak menyebut secara detail terkait kondisi atau penyebab kurangnya kapal tandu selama ini. Mulai dari arus lalu lintas kapal di sungai, dengan jumlah kapal tunda yang ada sekarang.

Terkait kecelakaan tersebut, dirinya mengaku akan melakukan evaluasi soal kepemanduan. Sebab, dirinya tidak menginginkan kejadian serupa kembali terjadi.

“Itu setiap enam bulan dilakukan evaluasi, sudah aturan dari pemerintah pusat,” katanya.

Ketika ditanya, apakah penyebab kapal Damai Sejahtera 5 menabrak turap tepian Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb, apakah dari kepanduannya atau dari kapten kapalnya. Fattah Hairul mengatakan, belum bisa menyampaikannya, lantaran masih akan mengkonfirmasi pihak-pihak terkait. Terutama kapten kapal untuk dimintai keterangan.

“Kami masih melakukan BAP ya. Jadi kami belum bisa memberikan banyak komentar. Yang jelas untuk kepanduannya akan kami evaluasi,” ujarnya.

Sementara itu, ketika media ini mencoba mengkonfirmasi Kepala KUPP Kelas II Tanjung Redeb, Hotman Siagian mengenai perkembangan kasus kapal yang menabrak turap tersebut, tidak merespons pesan singkat maupun telepon yang diberikan, karena masih berada di luar daerah.

Ketika media ini meminta izin kepada sekuriti KUPP Tanjung Redeb untuk bertemu staf Kesyahbandaraan KUPP Tanjung Redeb, Sukriadi saat itu berada di kantor KUPP, juga tidak diizinkan.

Alasan sekuriti, Sukriadi masih sibuk melakukan BAP kepada pihak-pihak terkait, yang berkaitan dengan insiden kapal Damai Sejahtera 5 menabrak turap Tanjung Redeb.

“Pak Sukrinya masih sibuk melakukan BAP mulai jam 9 pagi, sampai sekarang (Pukul 15.11 Wita). Tidak bisa diganggu,” ujar securiti KUPP Tanjung Redeb, kemarin.

Diberitakan sebelumnya, Turap tepian Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb kembali ditabrak oleh kapal pengangkut barang, Selasa (4/1) sekira 10.30 Wita. Kali ini, yang menabraknya Kapal Damai Sejahtera V, yang tengah mengangkut semen dari Kalimantan Selatan (Kalsel) menuju Tanjung Redeb.

Turap tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah. Untuk melihat kerusakannya, Bupati Berau Sri Juniarsih didampingi instansi teknis meninjau ke lokasi.

Salah satu saksi yang saat itu berada di lokasi, Dendy (35) mengatakan, kecepatan kapal cukup laju menuju turap sebelum menabrak. Dari informasi yang didapatkannya, Anak Buah Kapal (ABK) sempat menurunkan jangkar agar kapal berhenti. Namun, karena ukuran kapal dan muatan banyak, tetap melaju hingga menabrak turap.

“Mungkin karena terbawa arus kuat makanya terus bergerak maju. Saya kurang tahu juga, apakah saat itu mesinnya hidup atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih yang meninjau langsung ke lokasi mengaku, kerusakan yang ditimbulkan akibat kecelakaan ini cukup parah. Dia dengan tegas akan meminta pertanggungjawaban pemilik kapal melakukan perbaikan.

“Tentu. Kami bebankan perbaikannya kepada pemilik kapal itu. Ini cukup parah ya. Kami ingin secepatnya diperbaiki,” ujarnya.

Kejadian kapal menabrak turap tepian itu bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, perlu ada kapal pandu untuk kapal-kapal besar yang masuk ke dalam Sungai Segah, agar peristiwa tersebut dapat dicegah.

“Ini nanti akan berkoordinasi dengan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tanjung Redeb. Karena ini juga merupakan tugas mereka,” jelasnya.

BACA JUGA  Libatkan Masyarakat

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Taupan Madjid mengatakan, turap yang rusak akibat ditabrak tidak bisa diperbaiki sebagian, apalagi hanya yang rusak saja.

Sebab dikatakannya, sistem kontruksi turap merupakan satu kesatuan atau saling mengikat. Sementara, panjang turap yang rusak diperkirakan lebih 10 meter. Jadi jika dilakukan perbaikan, maka harus dilakukan di sepanjang tepian Jalan Ahmad Yani.

“Sebenarnya ini sudah stabil, dan semua konstruksinya saling mengikat. Tidak bisa dilakukan perbaikan hanya yang rusak saja. kemungkinan akan ditambah pengamanannya lagi di bagian depan yang rusak, ini sangat memungkinkan,” kata Taupan.

Lanjut Taupan, pihaknya akan menurunkan tim ahli untuk melihat kondisi seberapa besar dampak kerusakan tersebut. Adapun nanti beban anggaran perbaikan secara keseluruhan semua akan ditanggung oleh pemilik kapal.

Dirinya berharap, pemilik kapal tidak berlama-lama membiarkan kerusakan turap. Pasalnya, jika terlalu lama dibiarkan dikhawatirkan akan menambah masalah baru. Terutama air sungai yang masuk melalui turap yang rusak dapat berdampak pada konstruksi lainnya.

“Estimasi biayanya, kalau kerusakannya sudah seperti itu sudah mencapai miliaran rupiah. Kegiatan kapal juga sementara ini masih diberhentikan, sebelum ada kesepakatan resmi terkait tanggung jawabnya,” tuturnya.

Yang pasti ditegaskan Taupan, perbaikan tidak bisa dilakukan dengan apa adanya, harus dilakukan kajian atau analisa mengenai kerusakan lebih dulu. Tetapi untuk penanganan jangka pendek, harus mengetahui kerusakan apa saja yang terjadi.

“Bahkan, akan dilakukan penyelaman untuk melihat kondisi bawah turap. apakah ada konstruksi yang lepas atau tidak. Ini kan aset, jadi harus kita amankan,” jelasnya.

Sejauh ini setidaknya sudah 3 kali turap tepian ditabrak oleh kapal barang. Yang mana di tepian Jalan Ahmad Yani terjadi dua kali, dan kejadian lainnya di tepian Kelurahan Gunung Tabur. Apalagi diketahui, untuk kerusakan di turap Gunung Tabur, hingga saat ini masih belum dilakukan perbaikan.

Menurut Taupan, kerusakan di tepian Gunung Tabur itu juga akan diminta ganti rugi kepada pemilik kapal penabrak. Meskipun kasusnya sudah cukup lama.

“Tetap, mereka juga harus bertanggungjawab. Nanti akan kami sampaikan,” katanya.

Sementara itu, Staf Kesyahbaandaran KUPP Tanjung Redeb, Sukriadi mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait permasalahan ini, karena masih dilakukan pemeriksaan terhadap agen kapal Damai Sejahtera V.

Diketahui, kapal tersebut berlayar dari Batu Licin, Kalimantan Selatan, menuju ke Tanjung Redeb, dengan muatan semen.

“Kami masih periksa ya. Dan masih memastikan bagaimana kronologis sebenarnya hingga kapal bisa menabrak turap itu. Saya masih lakukan BAP sementara waktu. Yang jelas, kami akan memberikan penekanan agar mereka mau tanggungjawab,” jelasnya.

Kasat Polairud Polres Berau, AKP Novandi Arya Kharizma mengungkapkan, kapal pengangkut semen itu menabrak turap sekitar jam 10.30 Wita, awalnya Damai Sejahtera V berhasil melewati salah satu kapal PB Trans 14, kemudian mencoba berbelok ke kanan tetapi haluan kapal tegak lurus menghadap ke turap, hingga menabrak.

“Kapten kapal sudah berusaha memperlambat laju kapal dengan menurunkan jangkar, ternyata itu belum cukup dan akhirnya menabrak,” tuturnya.

Dia melanjutkan, kapal diharuskan berlabuh terlebih dahulu untuk menurunkan muatan dan dilakukan proses lebih lanjut. “Bongkar muat tetap dilakukan,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, agensi perwakilan dari perusahaan kapal Damai Sejahtera V, Rizal mengatakan, dirinya sudah berkoordinasi dengan pemilik kapal. Yang mana kata dia, mereka bersedia bertanggungjawab melakukan perbaikan turap.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut, dirinya belum bisa berkomentar banyak karena harus berkoordinasi lebih lanjut dengan KUPP Tanjung Redeb.

“Pemilik kapal siap bertanggungjawab. Nanti ya, saya masih harus ke KUPP dulu,” pungkasnya. ZZA/APP

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: