Dorong IRT jadi Pelaku Industri Rumahan

 Dorong IRT jadi Pelaku Industri Rumahan

RACHMAWATI ZAINAL. (KHAJJAR/DISWAY)

banner pemprov
TANJUNG SELOR, NOMORSATU UTARA – Ketua Tim Pengerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kaltara, Rachmawati Zainal mengatakan, pihaknya memiliki dua program pemberdayaan prioritas.

Pertama, pemberdayaan di bidang ekonomi. Yakni memberdayakan ibu rumah tangga (IRT) untuk berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian keluarga.

Pihaknya pun tengah berupaya pemberdayaan kepada ibu-ibu rumah tangga. Agar mampu membentuk usaha mikro, kecil atau industri rumahan (home industry). Usaha itu, diharapkan dapat menopang perekonomian keluarga mereka.

“Kita mengajak dan menggali SDM mereka, agar bisa mandiri. Dari ruang sendiri dulu. Apa yang mereka bisa buat lalu dijual di lingkungan, teman-teman, dan melalui media sosial,” kata Rachmawati kepada Disway Kaltara, Selasa (7/12).

Dia juga mengatakan, PKK akan membantu program pemberdayaan home industry itu dengan mengadakan pelatihan, membantu sisi pengemasan produk, agar lebih menarik. Kemudian, membantu pemasaran. Dengan menjadikan produk olahan home industry itu sebagai oleh-oleh khas daerah. Yang diberikan kepada tamu-tamu pejabat daerah yang berkunjung ke Kaltara.

Di samping itu, PKK juga menjalin kerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop UMKM) untuk pemberian bantuan modal kepada pelaku industri kecil dan menengah.

BACA JUGA  Tingkatkan Pengawasan

“Kita berikan bantuan modal sesuai kebutuhan. Misalnya, mesin jahit dan alat produksi lainnya,” sebutnya.

Kedua, adalah program pemberdayaan bagi anak dan remaja. Terutama bagi korban pelecehan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

PKK akan bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kaltara. Untuk melakukan pendampingan kepada korban kekerasan dan korban penyintas kejahatan seksual.

PKK akan membuat forum pendampingan dan call center, jika terjadi kasus pelecehan seksual dan KDRT yang dialami anak dan remaja. “Call center ini nanti bisa dihubungi kapan saja. Apabila ada terjadi sesuatu kasus di tingkat RT. Sebagai bentuk pengaduan awal,” ucapnya.

Selain itu, PKK juga akan melakukan penyuluhan kepada para remaja, agar tidak melakukan pernikahan di bawah umur. */Krv/rei

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: