Dituding Terima Rp 1 Miliar

Ketua DPRD Bulungan Lapor Polisi

 Dituding Terima Rp 1 Miliar Ketua DPRD Bulungan Lapor Polisi

Kilat. (IST)

TANJUNG SELOR, NOMORSATU UTARA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan, Kilat, melaporkan seorang warga Desa Mara Satu, Kecamatan Tanjung Palas Barat berinisial RB ke Polres Bulungan.

Langkah hukum itu diambil Kilat, karena ia dituding RB telah menerima uang Rp 1 miliar dari salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Benar saya ada buat laporan itu (18 November 2021). Informasi ini saya terima dari keluarga. Dimana saya dituding telah menerima uang Rp 1 miliar. Keluarga yang mendengar, tidak terima atas tuduhan itu. Ini terkait realisasi plasma di perusahaan perkebunan sawit,” kata Kilat, Kamis (25/11).

Sebelum membuat laporan ke polisi, Kilat mengaku terlebih dahulu menggelar rapat internal bersama seluruh anggota DPRD Bulungan. Untuk meminta pertimbangan atas kasus tersebut.

“Tudingan itu tidak hanya dilontarkan kepada saya, beberapa nama seperti Bupati dan Wakil Bupati Bulungan hingga Wagub (Kaltara), juga dituduh seperti itu. Kemudian, saya melaporkannya. Apalagi ini menyangkut nama baik lembaga DPRD dan pribadi saya,” ujarnya.

Ia juga mengaku telah meminta klarifikasi dari RB. Namun, pernyataan maaf pun tak kunjung ia terima. “Alat bukti yang saya bawa berupa keterangan dua orang saksi. Untuk kasus ini, saya serahkan sepenuhnya ke polisi untuk melakukan penyelidikan,” ujarnya.

BACA JUGA  Waspada Klaster Baju Lebaran

Sementara itu, Kapolres Bulungan melalui Kasat Reskrim, Iptu Khomaini membenarkan laporan pengaduan dari Ketua DPRD Bulungan. Pihaknya telah melakukan pendalaman.

“Laporan resmi dari beliau (Kilat) sudah kita tindak lanjuti, dan sudah dalam penyelidikan. Kita sudah memanggil saksi-saksi yang mendengarkan langsung tudingan yang dilontarkan RB sebagai terlapor,” ujar Khomaini.

Dikatakan, dari hasil pemeriksaan, RB mengaku tidak melontarkan kata-kata tersebut. Hal itu dikuatkan RB melalui surat pernyataan. Kendati demikian, pihaknya akan mengumpulkan alat bukti. Termasuk melakukan konfirmasi terhadap saksi-saksi.

“Kita akan panggil semua saksi-saksi dari pihak pelapor (Kilat) maupun saksi dari terlapor, dan saksi lainnya yang netral. Apalagi, kejadian ini terjadi di salah satu warung kopi, belum lama ini. Ungkapan atau tudingan itu mengatakan Ketua DPRD masuk angin, dan menerima uang Rp 1 miliar,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menggunakan saksi ahli. Untuk mempelajari kata-kata yang dilontarkan tersebut. “Kemungkinan proses awal dari kepolisian akan melakukan mediasi terlebih dahulu,” ujarnya. */vir

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: