Diminati Negara Tetangga

Ekspor Komoditas Pertanian Meningkat

 Diminati Negara Tetangga Ekspor Komoditas Pertanian Meningkat

PETUGAS Karantina Pertanian memeriksa tomat yang akan dikirim ke wilayah Malaysia, belum lama ini. (IST)

TARAKAN, DISWAY – Hasil pertanian dari Kalimantan Utara (Kaltara), semakin diminati negara tetangga, Malaysia. Bahkan, Karantina Pertanian Tarakan mencatat, selama Januari dan Februari 2021, pengiriman jeruk nipis ke Tawau, Sabah, Malaysia mencapai 6,3 ton atau senilai Rp 81 juta.

Sedangkan ekspor tomat mencapai 3,7 ton atau Rp 36,8 juta, dengan frekuensi pengiriman 7 kali. Sementara itu, sepanjang 2020 lalu, ekspor tomat ke Tawau telah dilakukan sertifikasi sebanyak 12,5 ton atau senilai Rp 125,6 juta, dan jeruk nipis disertifikasi 1,2 ton atau senilai Rp 13,8 juta.

Karantina Pertanian Tarakan pun mendorong ekspor komoditas pertanian dari Kaltara, bisa terus meningkat. Dan, Kepala Karantina Pertanian Tarakan, Akhmad Alfaraby menyatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan.

“Kami selalu siap melakukan pendampingan ekspor produk pertanian berupa bimbingan teknis, dalam upaya pemenuhan persyaratan negara tujuan. Karena itu, kami mengundang bagi calon eksportir untuk datang ke kantor di wilayah kerja kami, terkait bagaimana melakukan ekspor komoditas pertanian yang sesuai prosedur,” kata Akhmad Alfaraby, dilansir Kayantara, Selasa (2/3).

BACA JUGA  Tetap Diawasi Ketat

Secara nasional, sepanjang 2020 lalu, kinerja ekspor komoditas pertanian, maupun subsektor produk holtikultura menembus pasar luar negeri senilai Rp 6,8 triliun, dengan volume mencapai 286 ribu ton. Sedangkan awal 2021, Januari-Februari, telah dilakukan sertifikasi sebanyak 39,7 ribu ton, yang nilainya menembus angka Rp 1,8 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil melalui keterangan tertulisnya. Melihat adanya kenaikan, baik volume maupun frekuensi, Jamil optimistis pada 2021 ini, ekspor dapat ditingkatkan.

“Ekspor di bidang pangan hortikultura terus menunjukan peningkatan. Ini memberikan optimisme pertumbuhan ekonomi, meski masih di masa pandemi,” ujar Jamil. KYT/REI

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: