Dapat Tambahan Alokasi Kinerja

10 Kampung Terbaik di Bumi Batiwakkal

 Dapat Tambahan Alokasi Kinerja 10 Kampung Terbaik di Bumi Batiwakkal

Bupati Berau, Sri Juniarsih menyerahkan penghargaan kampung terbaik kepada Kepala Kampung Sumber Agung, Edi Santoso di Balai Mufakat, Senin (3/1).(IZZA/DISWAY)

TANJUNG REDEB, NOMORSATU UTARA – Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Berau memberikan apresiasi kepada 10 kampung di Kabupaten Berau yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kampungnya.

Secara simbolis diserahkan oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih kepada lima kampung di Balai Mufakat, Senin (3/1).

Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Berau, Maulidiyah menjelaskan, 10 kampung dianggap memiliki kinerja terbaik dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan, pengelolaan keuangan dan pelaksanaan pembangunan kampung. Mereka mendapatkan tambahan alokasi kinerja pada tahun 2022.

Kampung terbaik pertama, akan mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 350 juta. Peringkat kedua sebesar Rp 200 juta, ketiga sebesar Rp 150 juta. Sementara, sisanya mendapat Rp 100 juta.

“Jadi ada tambahan selain alokasi dana kampung (ADK) yang mereka terima,” katanya kepada Disway Berau, Senin (3/1).

Ia menyebutkan, Kampung Sumber Agung dinobatkan sebagai kampung terbaik di Kabupaten Berau. Disusul Biatan Ilir, Tumbit Dayak, Campur Sari, Tanjung Batu, Pilanjau, Pesayan, Suaran, Tembudan dan Bena Baru.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Berau, Ilyas Natsir mengatakan, 10 dari 100 kampung berhasil meningkatkan kesejahteraan kampungnya. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap kinerja kepala kampung.

BACA JUGA  Jangan Asal Taruh

Seluruh kampung dinilai oleh tim DPMK dan BPKAD Berau. Mulai dari serapan dan penyaluran anggaran daerah, peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM), keberhasilan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), hingga Pendapatan Asli Kampung (PAK) yang maksimal.

“Sedikitnya ada 10 aspek yang dinilai. Misal pada peningkatan IDM, apakah ada peningkatan status kampung dari yang dulunya berkembang menjadi maju,” jelasnya.

“Selain itu, realisasi dana yang diberikan juga dinilai apakah sesuai dengan perencanaan awal,” imbuhnya.

Kepala Kampung Sumber Agung, Edi Santoso menjelaskan, Kampung Sumber Agung memiliki Pendapatan Asli Kampung (PAK) yang cukup besar. Sepanjang 2021 pendapatan sektor perkebunan kelapa sawit sebesar Rp 750 juta. Ditargetkan mencapai Rp 1 miliar pada 2022.

“Sebenarnya kebun sawit milik kampung sudah lama dikelola dan sekarang sudah menghasilkan. Kebun itu dikelola Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dan saat ini juga mempekerjakan warga asli Kampung Sumber Agung,” terangnya.

“Kami berupaya mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya. */IZA/APP

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: