Berau

Bupati Perhatikan Pendidikan Perbatasan

BUPATI Berau, Sri Juniarsih meninjau sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Komunitas Adat Terpencil (KAT) Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur, binaan Dinas Sosial (Dinsos) Berau pada Selasa (22/11).

Sri berkomitmen, akan memaksimalkan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah KAT. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau akan memberikan perhatian lebih. Apalagi, sudah ada hibah lahan seluas 14 hektare dari masyarakat.

Kedepannya, pihaknya akan mengalokasikan anggaran untuk membangun fasilitas pendidikan dan perkantoran di lahan tersebut. Denahnya dikatakannya sudah ada, tinggal realisasinya.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas sumbangan yang telah diberikan. Tinggal dana untuk pembangunan,” katanya bupati perempuan pertama di Bumi Batiwakkal.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Murjani menambahkan, selama ini anak-anak KAT Kampung Maluang menempuh pendidikan di Kalimantan Utara (Kaltara). Karena lebih dekat dari perbatasan.

Dibukanya peresmian sekolah PAUD saat ini bersifat sementara. Pihaknya akan membangun sarana prasarana pendidikan di lahan seluas 14 hektare.

“Kita sudah usulkan untuk PAUD, SD dan SMP. Tahun depan kalau dananya tersedia bisa dilaksanakan,” katanya.

Dikatakannya, awal bulan lalu, pihaknya bersama Dinsos Berau telah melakukan peninjauan dan pendataan sarana prasarana pendidikan yang ada di perbatasan. Rencananya, akan dibangun pesantren dan sarana pendukung pembangunan kampung lainnya. Seperti kesehatan dan kantor lurah.

“Paling tidak pematangan lahan dulu, baru fisiknya,” ungkapnya.

Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Gayam Rescue Team, Sukaji menambahkan, luasan bangunan PAUD 8×8 meter. Dengan jumlah peserta didik 25 orang dan didukung dua tenaga pengajar.

“Sistemnya kami pinjam dulu. Bangunan itu milik salah satu tokoh masyarakat, bernama Taufik. Kami kerja sama dengan beliau untuk memajukan pendidikan di sini,” ucapnya.

Pihaknya akan membantu mengurus segala keperluan administrasi dan perizinan PAUD tersebut. Kelas pertama akan dimulai tahun depan. Harapannya, anak-anak tidak perlu jauh-jauh pergi ke Kaltara untuk bersekolah.

“Sementara baru PAUD. Kami masih tahap merintis. Insya allah, tahun depan SD,” terangnya. *IZA/JUN

Reza Reza
Leave a Comment
Published by
Reza Reza

This website uses cookies.