Buka Peluang Kerja Sama

 Buka Peluang Kerja Sama

GUBERNUR Kaltara Zainal A. Paliwang mengikuti FGD yang dilaksanakan PT DI secara daring, Rabu (5/1) lalu.(DKISP KALTARA)

TARAKAN, NOMORSATU UTARA – Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang menghadiri focus group discussion (FGD) dengan tema Skema Pembiayaan dan Kerja Sama Dalam Rangka Komersialisasi Pesawat N-219, yang dilaksanakan PT Dirgantara Indonesia (DI) secara daring, Rabu (5/1) lalu.

Tujuan kegiatan itu, yakni membahas kebutuhan konektivitas di wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP). Dimana komersialisasi pesawat N-219 mampu menjadi solusi jembatan udara. Dan, membuka peluang pendanaan investasi dalam rangka komersialisasi pesawat N-219. Karena pasarnya yang cukup tinggi.

“Akan kami tindak lanjuti bersama PT DI. Karena kami setiap tahun mengeluarkan anggaran di atas 20 miliar (rupiah), untuk subsidi orang dan subsidi barang. Kalau kita jadikan untuk pembiayaan pengadaan ataupun kerja sama perusahaan penerbangan, saya kira anggaran ini bisa kita gunakan untuk menyewa ataupun membeli secara berkala pesawat (N-219) ini,” kata Zainal.

Menurutnya, Kaltara sangat membutuhkan. Karena ada 6 bandar udara dan 8 bandar udara perintis. Dan, masih banyak wilayah-wilayah yang tidak bisa dilalui dengan transportasi air maupun darat.

BACA JUGA  Kodim Siapkan Posramil

“Jadi, kita harapkan memang adanya pesawat yang dimiliki untuk Kaltara. Dan, saya melihat tadi beberapa penyampaian dari Deputi Pendanaan Bappenas, pembangunan kereta api itu di Jawa-Sumatera, kemudian infrastruktur juga di Jawa-Sumatera,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kaltara yang termasuk wilayah 3TP, sangat membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur. “Kita sudah 76 tahun merdeka, tapi masih ada beberapa daerah kita ini yang masih belum terkoneksi untuk transportasi darat,” ujarnya.

Soal komersialisasi pesawat N-219, Zainal menegaskan akan menindaklanjuti dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama PT DI.

“Ini potensi yang bisa saya manfaatkan untuk bisa kerja sama dengan perusahan penerbangan, kontrak per tahun pesawat atau memang ada pembiayaan lain bersama-sama membiayai untuk membeli pesawat,” ujarnya. Dkisp/rei

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: