Bentuk Tim Solid

Laura Singgung Pejabat Dua Alam

 Bentuk Tim Solid Laura Singgung Pejabat Dua Alam

PEJABAT hasil asesmen dan job fit, dilantik Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid, Rabu (5/1).(RAMLAN/DISWAY)

NUNUKAN, NOMORSATU UTARA – Sebanyak 250 ASN hasil asesmen dan job fit, dilantik Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid, Rabu (5/1).

Mereka yang dilantik, yaitu pejabat eselon II sebanyak 20 orang, 107 pejabat eselon III, dan 123 pejabat eselon IV.

“Saya ingin membangun formasi baru, sebuah team work baru yang lebih kuat, solid, dan lebih loyal. Terutama terhadap visi misi pemerintahan. Mutasi ini harus disikapi sebagai siklus yang wajar dan biasa-biasa saja,” kata Asmin Laura Hafid.

Diakuinya kepemimpinan periode kedua, banyak ditemukan pejabat dengan agenda-agenda lain. Termasuk juga, tak sedikit pejabat yang ada di Nunukan memiliki visi misi beda dengan kepala daerah.

“Harapan kita, dengan team work baru ini, kita bisa semakin berinovasi, serta melakukan terobosan-terobosan baru. Termasuk bisa menjawab tantangan yang semakin berat dan kompleks,” tegasnya.

Ia juga berpesan kepada mereka yang dilantik, untuk memberikan lompatan-lompatan baru di tengah situasi pandemik COVID-19. Terutama, mengubah pola kerja yang harus diimbangi dengan penanganan virus tersebut.

“Kita butuh sebuah pola kerja yang luar biasa, extra ordinary, untuk mengikuti dinamika yang ada di tengah masyarakat. Kita juga butuh birokrat–birokrat yang tegak lurus terhadap pimpinan dan aturan perundang-undangan yang ada, bukan para birokrat yang hidup di dua alam seperti amfibi,” ujarnya.

BACA JUGA  Optimistis PPKM Level 1

Beberapa pencapaian yang telah dilakukan, ditegaskan perempuan yang karib disapa Laura itu, harus ditingkatkan. Seperti harga rumput laut yang sudah menembus angkat Rp 24 ribu per kilogram. Yang menurutnya tertinggi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Termasuk juga pembangunan Kawasan Industri Hijau di Kabupaten Bulungan, yang menurutnya, juga akan memberikan dampak terhadap Kabupaten Nunukan. Terutama kebutuhan tenaga kerja.

“Itu adalah peluang yang tidak boleh kita lepaskan begitu saja. Kesempatan emas ini, harus ditangkap dan dikelola secara baik dan cermat. Sehingga, bisa memberi dampak yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Laura.

“Sekarang bukan waktu yang tepat untuk mengeluh. Apalagi menyerah. Sekarang adalah waktunya kerja, kerja, dan kerja yang lebih keras,” sambungnya. *

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: