Benahi Perusda Sakit

 Benahi Perusda Sakit

Gamalis.(dok)

TANJUNG REDEB, NOMORSATU UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, tengah berusaha mengembalikan kejayaan Perusahaan Daerah (Perusda) PT Hutansanggam Labanan Lestari (HLL) yang bergerak di bidang perkayuan.

Beberapa waktu lalu, telah dilakukan pergantian direktur sebagai upaya dalam menyelesaikan persoalan yang selama ini dihadapi Perusda PT HLL. Dikatakan Wakil Bupati Berau Gamalis, pergantian direktur ini bagian dari upaya pemerintah daerah mengevaluasi kondisi perusahaan secara keseluruhan. Tidak hanya keuangan, tetapi kinerja dan lain sebagainya terhadap HSL. Dan itu menjadi pertaruhan untuk masa depan perusahaan plat merah tersebut.

“Kalau direktur yang baru mampu memperbaiki, kita akan lanjutkan. Tetapi kalau Dia angkat tangan, dan pemda terus dibutuhkan untuk mensubsidi dana kesitu terus, kita coba berpikir ulang untuk meneruskan ini,” tegasnya, Senin (25/10).

Diakuinya, jika PT HLL ini perusahaan daerah yang sakit keras. Jika dalam kondisi baik, tentu tidak akan ada pergantian direktur. Jadi, pihaknya telah memberikan waktu khusus kepada direktur yang baru untuk memberikan laporan kepada kepala daerah mengenai kondisi perusahaan.

Hanya saja, pihak manajemen meminta waktu, namun tidak menetapkan kapan berakhir untuk menangani PT HLL. Sebab, mengelola Perusda yang tengah sekarat seperti mengurai benang kusut.

BACA JUGA  Siapkan BUMD Perkebunan

Nantinya, jika memang dari laporan yang diterima pemerintah daerah terkait kondisi PT HLL sudah tidak memungkinkan untuk diselamatkan, maka dikatakan Gamalis, masih ada peluang untuk dilakukan diversifikasi usaha.

“Kita sama-sama tahu, kayu saat ini tidak sehebat dulu. Ya bisa jadi HLL ini tidak difungsikan lagi bekerja di bidang perkayuan, tetapi merambah usaha lain. Seperti perkebunan sawit dan lainnya. Kan bisa itu karena masih satu saudara jenis usahanya,” bebernya.

Secara rinci, Gamalis mengaku tidak mengetahui berapa jumlah suntikan dana yang diberikan daerah kepada PT HLL selama ini. Hanya saja, dari informasi yang diterima terakhir, kali terakhir perusahaan berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yakni tahun 2018 lalu.

“Sampai dengan saat ini, laporan mengenai kondisi PT HLL dari direktur yang baru belum kami terima. Semoga ada harapan untuk Perusda yang berdiri sejak 2007 lalu ini,” tutupnya. */zuh/app

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: