Atasi dengan Sumur Bor

Untuk Mengairi Sawah Warga

 Atasi dengan Sumur Bor Untuk Mengairi Sawah Warga

PENGAIRAN sawah warga Desa Wonomulyo yang bersumber dari sumur bor, ditinjau Bupati Bulungan Syarwani, Ahad (5/12). (VICTOR/DISWAY)

TANJUNG SELOR, NOMORSATU UTARA – Pembuatan sumur bor untuk mengairi sawah, menurut Kepala Dinas Pertanian Bulungan, Achmad Yani, sudah terealisasi sebanyak 7 sumur pada 2021 ini.

Tujuh sumur itu berada di Desa Antutan dan Gunung Putih, Kecamatan Tanjung Palas. Desa Pimping dan Desa Kelubir di Kecamatan Tanjung Palas Utara. Desa Silva Rahayu, Tanjung Palas Tengah. Serta di Desa Wonomulyo dan Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur.

“Untuk 1 titik sumur bor dibiayai pembangunannya dari dana alokasi khusus (DAK) mencapai Rp 266 juta. Kalau 7 titik, totalnya Rp 1,8 miliar. Sumur bor yang dibangun selama 4 bulan, itu telah selesai. Anggaran pembangunan itu disalurkan langsung ke rekening kelompok tani,” kata Achmad Yani, Ahad (5/12).

Dikatakan, sumur bor akan meningkatkan indeks pertanian (IP) hingga 300 persen. Terutama di Kecamatan Tanjung Palas Timur. Yang nantinya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan beras bagi pekerja di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi.

“Seperti di Desa Wonomulyo yang memiliki potensi lahan sawah seluas 150 hektare, tapi baru 60 hektare yang produktif. Diharapkan IP-nya bertambah. Artinya, dalam satu tahun bisa dilakukan 3 kali panen,” jelasnya.

BACA JUGA  Kaltara Belum Prioritas

Sementara itu, Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, proyek KIPI dipastikan akan menyerap kebutuhan beras. Sehingga, diharapkan petani serius untuk meningkatkan hasil pertaniannya.

“Jika proyek KIPI itu berjalan, maka banyak pekerja yang diserap. Diperkirakan ada 50-100 ribu tenaga kerja sehingga kebutuhan akan pangan juga akan meningkat. Misalnya, beras diperkirakan 20 ton kebutuhannya dalam satu hari,” ujar Syarwani.

Selain itu, lanjutnya, Pemkab Bulungan pun telah mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) membeli beras lokal. “Saya juga minta kepada produsen beras lokal, tidak melakukan pengoplosan yang mengakibatkan kualitas beras menjadi tidak baik. Hal ini juga kita wanti-wanti. Jika nantinya terbukti melakukan pengoplosan, maka akan kami tindak,” ujarnya. */vir/rei

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: