Akses Masuk Wisata Diperketat

 Akses Masuk Wisata Diperketat

WISATAWAN saat berlibur di objek wisata Tulung Ni Lenggo, Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih.(HENDRA/DISWAY)

KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Thamrin masih menaruh kekhawatiran terhadap aktivitas wisatawan yang berwisata di sejumlah wisata di Kabupaten Berau selama libur Natal dan tahun baru (Nataru).

Meski sampai kini, belum ada laporan pasien terkonfirmasi COVID-19 dari lokasi wisata. Terutama di Kecamatan Pulau Derawan, Maratua hingga Bidukbiduk. Pun dengan kecamatan lainnya.

“Kita tidak menutup mata, kemungkinan itu pasti ada. Potensi penularan sangat mungkin ada, sekalipun zona hijau. Apalagi tempat wisata,” katanya, Minggu (3/1).

Namun dirinya berharap, kemungkinan tersebut tidak terjadi. Apalagi sampai mengakibatkan gelombang ketiga pandemik COVID-19 di kabupaten paling utara Provinsi Kalimantan Timur.

“Semoga saja tidak ada,” jelasnya.

Meski menaruh kekhawatiran, dirinya juga mengapresiasi upaya yang dilakukan masing-masing pengelola wisata dan pemerintah kecamatan dalam meminimalisir potensi penularan COVID-19.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, pengelola wisata cukup ketat dengan aturan protokol kesehatan yang diterapkan. Terutama di Kecamatan Pulau Derawan, tepatnya di Pelabuhan Sidayang, Tanjung Batu, tempat penyeberangan menuju Pulau Derawan.

Bahkan, wisatawan yang ingin menyeberang melalui pelabuhan lebih dulu dicek kesehatannya oleh tim satgas setempat. Serta menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk menekan potensi penularan COVID-19 di tempat wisata. Jika tidak memiliki aplikasi itu atau pengunjung tidak memiliki kartu vaksin, tidak diperbolehkan menyeberang.

BACA JUGA  Harus Miliki Sertifikat

“Ada pengunjung dari Samarinda dan Balikpapan tidak memiliki kartu vaksin dan aplikasi PeduliLindungi yang disuruh pulang. Tidak hanya wisatawan dari luar. Bahkan warga dari Tanjung Redeb, juga disuruh balik jika tidak menunjukkan kartu vaksin,” tuturnya.

Penerapan masuk wisata menggunakan aplikasi PeduliLindungi baru diterapkan di Perairan Pulau Derawan.

“Kalau di Bidukbiduk masih menerapkan kartu vaksin, baik dosis pertama maupun dosis kedua. Itu juga sudah ada surat edarannya dari pemerintah kecamatan setempat,” ungkapnya.

Terkait pemantauan, akan terus dilakukan meskipun libur Nataru sudah selesai. Pengelola pariwisata diminta tetap menjalankan prokes super ketat. Jangan sampai ada anggapan, sudah zona hijau, COVID-19 sudah hilang.

“Itu anggapan salah. Apalagi sudah ada varian baru di Pulau Jawa, yakni Omicron. Jangan sampai masuk ke Berau, dan menimbulkan masalah baru lagi,” pungkasnya. ZZA/JUN

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: