1.603 Peserta PBIN Dinonaktifkan

 1.603 Peserta PBIN Dinonaktifkan

Marwati (Renata/Disway)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Jumlah peserta BPJS Kesehatan tahun 2020 berkurang pasca Kementerian Sosial (Kemensos) menonaktifkan 1.603 peserta Penerima Bantuan Iuran Nasional (PBIN) di Kabupaten Berau.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin, Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Marwati menyampaikan, Penonaktifan peserta BPJS Kesehatan kelompok PBIN ditetapkan melalui keputusan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang disetujui Kemensos.

Keputusan berdasarkan permasalahan anomali data, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda, data hilang, serta peserta dinyatakan mampu atau sudah meninggal.

Pengurangan kepesertaan yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga terjadi di tahun 2019. Terpangkas 2.216 peserta BPJS Kesehatan.

“Benar, terjadi pengurangan peserta PBIN karena adanya evaluasi kepesertaan. Semua keputusan dari pusat dan melalui sistem,” ucapnya kepada Disway Berau, (16/2).

Lanjut Marwati, belum ada kuota khusus kepesertaan BPJS melalui PBIN. Meski kategori masyarakat miskin termasuk di dalamnya. Sebanyak 7.547 Kartu Keluarga (KK).

BACA JUGA  Ketat untuk Maratua

Kendati demikian, kata dia, penonaktifan PBIN tahun 2020 telah tercover oleh anggaran provinsi. Karena pembiayaan dua sumber anggaran, yakni provinsi dan pusat. Tetapi hanya di tahun 2020.

“Kalau menggunakan keuangan daerah (Berau, Red) tidak menutupi,” katanya.

 

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan pembaharuan data masyarakat miskin, agar penerima PBIN BPJS Kesehatan tepat sasaran. Terutama permasalahan NIK ganda.

Untuk penambahan atau regulasi penerima PBIN, pihaknya masih menunggu pemerintah pusat. Pun ada, sisa di 7.547 penduduk miskin di Kabupaten Berau.

“Terkait data, semuanya terus dievaluasi. Tapi verifikasi melalui pemerintah pusat,” tandasnya. *RAP/JUN

Berita Terkait

%d blogger menyukai ini: